IMG-LOGO
Home Halo Pendidikan Jadilah Yang Terbaik...

Jadilah Yang Terbaik! Ratusan Siswa Madrasah Pacitan Ikuti Kompetisi Sains

Tomi Herlambang - Jumat, 19 Juli 2019 pukul 23.21
Peserta mengerjakan soal Kompetisi Sains Madrasah di Pacitan Peserta mengerjakan soal Kompetisi Sains Madrasah di Pacitan (sumber: Halopacitan/Tomi Herlambang)

Halopacitan , Kebonagung— Menjaring bibit-bibit unggul di lingkup pendidikan madrasah, Kompetisi Sains Madrasah (KSM) di tingkat tsanawiyah di Kabupaten Pacitan diikuti ratusan peserta.

Kompetisi dibuka Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Pacitan Sabtu (20/07/2019) MTs N 2 Pacitan.

Mukarom Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementrian Agama Kabupaten Pacitan menjelaskan bahwa untuk Kabupaten Pacitan KSM diselenggarakan di setiap jenjang pendidikan madrasah. "Untuk tingkat Tsanawinah di sini [MTs N 2] , tingkat Ibtidaiyah di MI Al-Huda Ploso dan untuk jenjang Aliyah di MAN Pacitan," tuturnya.

Berdasarkan data yang  sebanyak 240 siswa ikut berkompetisi di tingkat MI, 245 siswa tingkat Tsnawiyah dan 133 untuk tingkat Aliyah. "Hari ini seluruh madrasah yang ada di wilayah Pacitan terjun berkompetisi mengirimkan wakilnya di masing-masing jenjang," ucapnya.

Untuk tingkat Tsanawiyah 245 peserta dari 51 MTs di Pacitan baik negeri maupun swasta tampak serius mengejarkan soal kelas olimpiade. "Pesertanya terbagi dalam tiga mata pelajaran yang dipertandingkan, jumlahnya 81 siswa untuk matematika, 82 siswa di IPA dan 82 siswa untuk mata pelajaran IPS," jelas Diana Shalihah, Ketua Pantia KSM tingkat Tsanawiyah.

Soal-soal tersebut bersifat rahasia dan dibuat langsung oleh Kantor Kementraian Agama dan baru dikirim 30 menit sebelum ujian dilaksanakan. "Soal-soal tidak berada di panitia, dan baru dikirim saat kompetisi akan di mulai dari Kantor Kementrian" terangnya.

Menurut Diana, even tersebut merupakan agenda tahunan yang selalu diselenggarakan oleh Kementerian Agama untuk menjaring siswa-siswi berprestasi di madrasah.

Ia juga menjelaskan bahwa kompetisi sain yang diselenggarakan Kemenag ini tidak hanya berhenti pada tingkat kabupaten namun berjenjang hingga tingkat nasional. "Jadi para juara ditingkat kabupaten akan dikirim ke tingkat provinsi dan juaranya akan bertarung ke tingkat nasional," jelas wanita yang  mengajar di MTs N 2 Pacitan dan pernah menjadi salah satu anggota tim penyusun soal ujian nasional berbasis madrasah tersebut.

Raihan Tri Ariansyah yang datang mewakili sekolahnya di MTs Ma'arif 08 Kecamatan Bandar mengaku gembira terpilih mewakili sekolahnya berlomba di tingkat kabupaten. Berlomba di mata pelajaran metematika terpadu, Raihan sempat merasa minder dan sedikit gugup.

Namun dengan waktu 90 menit yang diberikan panitia dari 25 soal yang diujikan 24 soal berhasil ia kerjakan. " Ada satu nomor yang saya sama sekali tidak bisa mengerjakan, belum pernah diajarkan oleh guru saya," ucapnya siswa kelas VIII yang tinggal dengan neneknya tersebut.

Kepala MTs N 2 Pacitan Mohammad Badarudin berharap kegiatan seperti ini benar-benar dapat menjaring bibit-bibit unggul dari sekolah madrasah dan membuat dunia pendidikan madrasah ke depan semakin kompetitif. Disinggung prestasi lembaga yang ia pimpin dan harapannya, Badarudin mengungkapkan besar harapannya prestasi yang pernah diraih tahun lalu dapat terulang bahkan meningkat. "Tahun kemarin siswa kami juara 1 dalam mata pelajaran IPA, dan mewakili ke tingkat provinsi. Semoga kali ini bisa bertambah, apalagi kami menjadi tuan rumah," kata Badarudin penuh semangat.