Jamu Sehat di Tengah Corona

Halo Sehat 31 Mar 2020, By Deny Aprilia
Jamu Sehat di Tengah Corona (halopacitan/Deny Aprilia)

Jamu bagi orang Indonesia bahkan orang Jawa sudah sangat akrab. Jamu sendiri adalah istilah yang berasal dari bahasa Jawa, tepatnya pada 16 Masehi, berasal dari kata “Djampi” dan “Oesodo” yang memiliki makna obat, doa, dan juga aji-ajian atau mantra.

Di tengah corona virus (COVID-19) jamu diyakini dapat menjaga vitalitas tubuh. Jamu biasanya dibuat dari empon-empon yang sangat banyak ditemukan di Indonesia. Segala upaya terus dilakukan untuk memerangi pandemi virus corona, mulai social dan physical distancing hingga upaya-upaya untuk menjaga imunitas tubuh.

Jamu menjadi salah satu hal yang akhir-akhir ini banyak dicari. Bahkan tidak sedikit diantara mereka membuat jamu di rumah sendiri. Tumiyem (52), warga Dusun Gupit Desa Kedungbendo Arjosari Pacitan, membuat jamu sendiri. Ia lakukan itu, jaug sebelum COVID-19 melanda dunia bahkan Indonesia.

 Saat ditemui tim Halopacitan pada Senin (30/03/2020) ia mengungkapakan “Iya, saya membuat jamu dari empon-empon itu untuk membantu memperkuat daya tahan tubuh” ungkapnya. “Itu resep dari ibu saya, dari dulu, lebih tepatnya itu untuk menambah daya tahan tubuh, di musim hujan apalagi adanya wabah seperti ini, sudah jarang orang yang keluar, takut kalau tertular, jadi sebisa mungkin kita walau di desa juga memperhatikan ketahanan tubuh, diam di rumah tapi tetap sehat” tambah Tumiyem.

Kepada Halopacitan, kemudain Tumiyem membagikan resep jamu sehat dari empon-empon sebagai berikut,

Jenis Empon-Empon

  1. Temu Lawak
  2. Kunir
  3. Serai
  4. Asam Jawa

 

 

Bahan Pendukung

  1. Air
  2. Gula Jawa (Gula Merah)
  3. Madu

Cara Meramu

  1. Bersihkan empon-empon dan memarkan.
  2. Siapkan kuali (panci dari tanah liat) isi air secukupnya.
  3. Masukan empon-empon dan gula jawa.
  4. Rebus hingga mendidih.
  5. Angkat dan diamkan hingga setengah dingin.
  6. Jamu siap diminum.
  7. Tambahkan sedikit madu di dalam gelas untuk memperkuat khasiatnya.

“Kita tidak bisa selamanya sehat, dan kapan datangnya penyakit juga kita tidak ada yang tahu. Yang kita bisa lakukan hanya berdoa dan berusaha supaya jangan sampai sakit. Semoga wabah penyakit ini (corona) segera berakhir dan semuanya normal kembali” pungkas Tumiyem.

undefined

SP