Jati Diri Genarasiku, Jangan Terkikis Karena Pandemi

Halo Pendidikan 9 Jun 2020, By Bambang
Jati Diri Genarasiku, Jangan Terkikis Karena Pandemi (halopacitan/istimewa)

Tak terasa akhir tahun pelajaran 2019/2020 sampai juga di depan mata kita. Dari tingkat PAUD,TK, SD,  SLTP, SLTA di seluruh pelosok negeri ini. Lalu seiring itu pula Berita Corona atau COVID-19 masih terus menghantui.

Dari Sabang sampai Merauke bahkan Dunia pun terimbas. Bukan hanya dunia pendidikan, pariwisata, ekonomi, Agama, Budaya bahkan tata kehidupan sehari-hari pun merasakan dampak dari Pandemi ini. Astaghfirullah astaghfirullah astaghfirullah... Benarkah Corona atau Covid 19 ini ada? Benarkah sedemikian ganasnya merenggut jiwa?  Benarkah ini wabah Dunia? Benarkah Corona tak ada atau belum ada obatnya?? Koq yang (Katanya sakit) bisa sembuh? Apa dan siapa yang menyembuhkan mereka? Dan jutaan pertanyaan yang lainnya menggelantung di langit jiwa dan hati masyarakat kebanyakan, khususnya di pedesaan.

 

Dunia pendidikan, salah satu kunci lahir dan  munculnya generasi penerus bangsa ini.. Tidak bisa mengelak dari keniscayaan ini. Belajar di rumah hampir 3 bulan sudah dijalani. Berteman Android (bagi yg punya), berteman air mata bagi orang tua yg dipaksa untuk membeli demi anaknya tak lagi meneteskan air mata.

 

Cukupkah? Belum... Tugas sekolah.. hanya melalui WhatsApp, Daring, Online. Semuanya itu tidak Gratis.. JER BASUKI MAWA BEYA.. Semua butuh biaya. Kuota Paket Data, Pulsa, Internet bahkan ada yang meronta minta WiFi di rumahnya demi kemudahan mengerjakan tugas.

 

Cukupkah? Belum..

Lalu ada sekelumit rasa was-was... Khawatir.. Resah.. keniscayaan ini harus dijalani.. Mudahkah? Tidak, ini tidak mudah.

 

Mungkin benar anak anak kita.. generasi kita akan tumbuh menjadi generasi milenial yg handal tentang IT, karena berteman akrab dengan google sebagai sahabat baru. Tetapi,  apakah pendidikan, pengajaran cukup dengan media online. Zoom video study, atau apapun namanya lagi? Dimanakah, kapankah anak anak kita akan mendapatkan teguran, sapaan, kasih sayang, didikan dari seorang Guru?? Sangat akan langka karena peran Gurunya tergantikan oleh Hp Android di genggamannya. Astaghfirullah astaghfirullah astaghfirullah

 

Tiga sampai Empat Tahun ke depan, kita akan mendapatkan generasi negeri ini secerdas google, secanggih lara ahli IT, namun pernahkah terbersit di benak kita bagaimana Tata Krama mereka? Bagaimana anggah ungguh mereka? Bagaimana etika estetika mereka? Bagaimana kesantunan mereka kepada orangtuanya, gurunya? Bagaimana kepekaan hati dan jiwa mereka kepada lingkungan sekitarnya? Mereka akan tercipta sebagai pribadi.

Pertanyaannya, siapakah orang tua anak anak kita? Yang notabene 60% nya gaptek, tak tahu handphone apalagi Android.. sebagian lagi berjibaku dengan segala ikhtiar memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, baik merantau dan segala sisi kehidupan lainnya. Sangat ironi. Bila kita tak mawas diri. Jadilah orang tua yang tanggap terhadap perkembangan zaman. Namun.. Cukup kah itu? Belum

 

Peran seorang Guru, menurut saya tak tergantikan oleh apapun. Satu kata perintah seorang guru akan dengan segala cara di kerjakan oleh anak didiknya, namun perintah orang tua, jauh dari harapan. Setinggi apapun kecanggihan teknologi, sederas apapun banjir informasi. Tanpa filter kehadiran seorang guru, tunggulah menurunnya kualitas moral, etika dan jiwa terdidik mereka. Lalu apakah kita menyerah dengan keadaan ini?  Tidakkk!!! Kita harus berusaha, berikhtiar untuk mencari formula terbaik. Dengan memberikan informasi, memo, input kepada pemangku kepentingan di negeri ini dari berbagai tingkatan. Jangan korbankan generasi bangsa ini hanya demi sebuah imajinasi semu. Perubahan yang takkan terelakkan patut dan harus kita ikuti serta jalani. Pertanyaannya, sampai kapan Pandemi yg berdampak sistemik ini akan berlalu? Jawabnya hanya dikeberanian para pemilik kewenangan. Kita Tak Alergi Perubahan, Tetapi Gunakan Empati Untuk Melihat Dari Segala Sisi sebelum Ketuk Palu Eksekusi

 

Semoga tulisan kecil ini bisa menggugah hati, memberikan secercah harapan juga keyakinan, bahwa Kita Memang Membutuhkan Generasi Milenial Yang Tangguh Unggul dalam segala lini..  tetapi percayalah.. bila hanya mengandalkan kemampuan IT dan Technologi.. Bukannya Insan Berbudi Luhur, Insan Cerdas, Insan dengan kepekaan jiwa yang akan kita raih.. tetapi tanpa akhlak mulia dengan sentuhan seorang Guru Sang Jiwa Pendidik...kita akan kehilangan satu generasi tanpa nurani

 

Semoga Allah S.W.T senantiasa memberikan kemudahan, perlindungan serta keridhoan bagi ikhtiar kita semua. Jangan Sampai Generasiku Kehilangan Jatidiri Aamin ya rabbal alamin..

undefined

SP