Jelang Pendaftaran Calon Bupati dan Wakil Bupati Pacitan, KPU Gelar Simulasi
Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pacitan tinggal 108 hari lagi. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pacitan yang akan membuka pendaftaran mulai tanggal 4-6 September 2020, melakukan berbagai persiapan, salah satunya dengan menggelar simulasi pendaftaran bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Pacitan.
Diperankan oleh Rindarto-Kadwadji, dengan menumpang mobil avanza velos putih bernopol AB 1081 MJ, bakal pasangan calon mendaftar ke kantor KPU Pacitan Jl. Veteran 66 Pacitan, Jumat (21/8/2020). Rindarto mengenakan pakaian lengan pendek warna gelap, sedang Katwadji berbusana batik dan berkopiah.
Dengan langkah mantap keduanya memasuki halaman KPU Pacitan. Setelah diukur suhu tubuh dan cuci tangan, bakal pasangan calon ini mengisi daftar hadir. Lalu masuki Rumah Pintar Pemilu (RPP) yang memang disiapkan sebagai tempat pendaftaran.
Ruangan sudah ditata sedemikian rupa. Di ruang sisi Selatan disiapkan tempat duduk komisioner. Disisi Timur, disipakan tempat duduk tim verifikasi berkas. Ada 6 orang verifikator yang duduk berdampingan dengan operator silon. Di bagian tengah ruangan, menjadi tempat duduk pasangan bakal calon. Sedang dibelakangnya ada pengurus parpol dan penghubung atau LO. Sedangkan, ruang sebelah Barat, disiapkan meja register dan disampingnya ada dua kursi untuk Bawaslu.
Prosesi selanjutnya, bakal pasangan calon menyampaikan maksud kedatangannya, dilanjutkan penyerahan berkas. Setelah disterilkan, berkas diserahkan tim verifikasi dan tim silon.
Setelah melalui proses verifikasi dan pengecekkan oleh operator silon, pasangan bakal calon Rindarto-Katwadji dinilai lengkap. Selanjutnya komisioner menyerahkan tanda terima yang disambut dengan tepuk tangan.
Agus Susanto, Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Pacitan mengatakan, “Simulasi pendaftaran pasangan bakal calon sebagai upaya kesiapan KPU. Sehingga, dalam pelaksanaannya nanti, semua petugas mampu melaksanakan sesuai tugas dan ketentuan peraturan perundang-undangan”.
Rangkaian simulasi pendaftaran bakal pasangan calon tersebut dilaksanakan dengan protokol kesehatan. Alur, etika, sampai dengan penataan tempat duduk tidak meninggalkan protokol kesehatan. “Ini simulasi pertama rangkaian acara pendaftaran pasangan bakal calon. Nanti akan ada simulasi kedua,” pungkas Agus Susanto.
