Mural Nyentrik, Kado Kepala SMPN 1 Arjosari di Hari Guru

Halo Berita 26 Nov 2019, By Deny Aprilia
Mural Nyentrik, Kado Kepala SMPN 1 Arjosari di Hari Guru (Halopacitan/Deny Aprilia)

Euforia Peringatan Hari Guru ke 74 membanjiri seluruh pelosok negeri dengan ungkapan terima kasih kepada para guru atas jasanya dalam mencerdasakan kehidupan bangsa. Berbagai kejutan dan kegiatan diselenggarakan sebagai ekspresi bahwa eksistensi guru masih memegang nadi terpenting bagi kualitas pendidikan di Indonesia.

Tak terkecuali SMP Negeri 1 Arjosari. Senin (25/11/2019) SMP yang berada di Jl. Nawangan No. 3 Arjosari ini juga mempersiapkan kejutan yang spesial untuk para guru. Supangat, S.Pd., ketua peyelenggaraka kegiatan memberikan bocoran, “Nanti aka nada kado spesial dari Pak Edi, kepala SMP N 1 Arjosari. Sebuah mural, yang dilukis oleh Pak Edi sendiri, diselesaikan kurang dari 1 hari, itu nanti yang akan diserahakn Pak Edi kepada teman-teman guru sebagai kado di hari guru ini”,  jelasnya sebelum kegiatan berlangsung.

Kejutan spesial tersebut diawali dengan seremonial Upacara Peringatan Hari Guru Ke 74 yang diikuti seluruh keluarga besar SMP Negeri 1 Arjosari. Usai upacara, seluruh peserta diarahkan untuk berkumpul di depan mural yang sudah dipersiapkan. Lokasi berada di halaman depan bagian timur. Tepanya di samping pohon beringin depan ruang perpustakaan, mural tersebut tergambar apik di dinding gedung kelas VIII. Mural yang masih ditutup dengan tirai hijau tersebut, sudah memancarkan aura kesejukan dari bocoran gambar-gambar samping yang tidak tertutup bagian tirai.

Di depan mural, secara seremonial pula Ediyanto, M.Pd., M.H.I., Kepala SMP Negeri 1 Arjosari menyerahkan mural tersebut secara resmi kepada SMP Negeri 1 Arjosari. Diiringi dengan instrumen Hymne Guru yang kemudian secara serentak disenandungkan liriknya secara live oleh siswa-siswi menambah suasana haru saat perlahan tirai penutup mural tersebut dibuka.

Terlihatlah seluruh bagian mural tersebut. Mural nyentrik dengan tema keasrian alam tersebut mengusung warna dasar hijau. Berisi gambaran deretan pegunungan hijau yang ditumbuhi oleh pepohonan yang rindang, dipadu dengan warna langit dalam kemasan biru semburat putih itu membuat siapa pun yang memandang mural tersebut berada dalam suasana yang menyegarkan. Disamping itu di pojok kiri juga tertuliskan kalimat “One Man, One Tree” sebagai ajakan untuk kembali kepada alam, hijaukan bumi kembali dengan gerakan penanaman pohon satu orang satu pohon.

Kepada halopacitan (25/11/2019) Ediyanto, M.Pd., M.H.I. memaparkan makna yang terkadung dalam mural tersebut. “SMP Negeri 1 Arjosari ini mempunyai sejarah tersendiri, sekolah ini sering  dilanda banjir, dari musibah itu kita jadikan sebuah berkah yang kemudian kita harus terbangun dari tidur panjang, kita bangkit kembali, berupaya untuk berkarya kembali menorehkan sebuah inspirasi sehingga akan memberi manfaat untuk sekolah ini menjadi sekolah yang gembira penuh harapan untuk menjadi sekolah yang maju” jelasnya.

Ia juga mengutarakan harapannya di hari guru kali ini dalam dunia pendidikan. “Saya melihat anak-anak yang hari ini berusia 14-15 tahun mereka nanti akan tumbuh dewasa pada tahun 2038 sebelum 100 tahun Indonesia merdeka, dan itu adalah generasi emas yang akan kami persembahkan untuk 100 tahun Indonesia merdeka nanti. Karena itu harapan kita anak-anak yang hari ini secara akademik belum bisa dikejar kami membuat lompatan baru, akan kami kejar skill yang lain yaitu skill ketrampilannya atau akhlaknya sehingga mereka tidak akan menjadi korban zaman atau korban globalisasi” ungkapnya.

Sebagai penutup, Kepala SMP Negeri 1 Arjosari yang akrab di panggil Pak Edi tersebut mengungkapkan kekeluargaan yang telah terbangun di sekolah yang dipunggawainya itu. “Kami di sini, dengan bapak ibu guru juga sebagai sahabat, kami belajar bersama bapak ibu guru, belajar kehidupan bersama anak-anak, bersama bapak ibu guru, TU dan sekecil apapun, tidak ada satupun yang sia-sia dalam hidup ini. Sekolah ini adalah tempat belajar, semua warga sekolah disini adalah belajar, bapak ibu gurunya bejajar, anak- anaknya belajar TU-nya belajar semuanya belajar, belajar kehidupan” pungkasnya

   
 
   
undefined

SP