Musim Pancaroba di Tengah Pandemi, Waspada!

Halo Sehat 1 Jul 2020, By A. Tri Armasyah
Musim Pancaroba di Tengah Pandemi, Waspada! (halopacitan/istimewa)

Perubahan cuaca mendadak di wilayah Kabupaten Pacitan akhir-akhir ini membuat rentan system imunitas kita.  Disaat imunitas turun, penyakit akan mudah menyerang kita. Saat HaloPacitan berkunjung di Rumah Sakit Dr. Darsono Kabupaten Pacitan untuk menjenguk teman yang sakit, terlihat beberapa pasien beserta keluarganya sedang menunggu penanganan tenaga medis maupun antri mendapatkan obat.

“Perubahan cuaca tiap tahunnya pasti menimbulkan tren meledaknya kasus beberapa penyakit. Seperti tahun lalu, tahun ini kasus yang sering ditangani di RSUD adalah kasus dengan gejala demam, muntah dan diare. Dagnosis demam berdarah dan tipes juga selalu dominan tiap tahunnya”, tutur Suyatmi, S.KM, M.Si, Kepala Seksi Informasi dan Pengaduan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Pacitan.

Mega, seorang pasien yang dirawat di rumah sakit tersebut juga menuturkan, “Masuk ke sini saya lemes karena demam beberapa hari dan muntah. Kata dokter saya kena gejala demam berdarah dan maag akut. Mungkin karena saya terlalu memforsir pekerjaan dan melupakan pola hidup sehat.”

Dilansir dari berbagai sumber, saat pergantian musim atau pancaroba, beberapa penyakit yang sering menyerang antara lain:

  • Influenza, batuk, pilek dan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA)

Mungkin bagi masyarakat Indonesia yang tinggal di daerah tropis yang kaya akan sinar matahari, sakit flu adalah hal yang biasa. Tetapi sakit flu jika disertai dengan penyakit lain akan memperburuk kondisi badan dan bisa menjadi fatal akibatnya. Menjaga kebersihan, pola makan dan tidur, olahraga dan selalu menjaga kondisi badan hangat saat hawa dingin dapat memperkuat imunitas kita dari penyakit ini.

  • Penyakit pencernaan

Gangguan pencernaan sering terjadi saat perubahan musim. Kurangnya perhatian terhadap kondisi makanan yang kita lahap sering menjadi pemicu penyakit di saluran pencernaan. Kejadian muntah dan diare selalu terjadi saat penyakit ini menyerang.

 

 

  • Demam berdarah

Banyaknya populasi nyamuk saat musim hujan membuat masyarakat rentan resiko terkena demam berdarah. Apalagi jika lingkungan banyak genangan air sebagai tempat berkembang biak dan semak-semak sebagai tempat istirahat bagi nyamuk. Pola hidup bersih di lingkungan dan control populasi nyamuk bisa mengurangi dampak terjangkit penyakit ini. Pengobatan untuk penyakit inipun belum pasti sehingga diutamakan dengan menimbulkan imunitas yang kuat pada tubuh pasien.

  • Typhus/tipes

Salmonella Typhosa adalah bakteri penyebab utama penyakit ini. Makanan yang kurang higienis bisa menjadi pemicu terkena penyakit tipes.

  • Malaria

Hampir sama seperti demam berdarah, karena disebarkan oleh nyamuk Anopheles, namun berbeda karena penyebab penyakitnya berupa parasite yang hidup di dalam sel darah merah. Pengobatan spesifik dapat menyembuhkan penyakit ini.

  • Penyakit kulit

Penyebaran penyakit kulit biasanya timbul saat pergantian musim hujan. Dimana kondisi lembab  dan lingkungan yang kotor dapat memicu tumbuhnya jamur dan koloni bakteri di kulit. Membersihkan badan secara teratur dapat mencegah timbulnya infeksi pada kulit.

 

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Eling tur waspodo, begitulah petuah nenek moyang kita saat menghadapi hal-hal yang sering terjadi khususnya saat perubahan musim (pancaroba) ini.

undefined

SP