Pasien Rujukan dari RSUD Pacitan ke RSUD dr. Iskak Tulungagung, berstatus PDP Corona, bukan positif COVID-19
Sejak semalam masyarakat Pacitan sedikit gelisah dengan beredarnya kabar terdapat satu orang pasien RSUD Pacitan mengalami gejala mirip corona, terlebih yang bersangkutan baru pulang dari luar negeri.
Hari ini masyarakat Pacitan merasa sedikit lega, dengan rilis yang disampaikan oleh humas Rumah Sakit Umum Daerah dr. Iskak Tulungagung, yang menyatakan bahwa sampai hari ini belum//tidak ada pasien yang positif terinfeksi COVID-19 di Tulungagung maupun yang sedang dirawat di RSUD dr. Iskak Tulungagung.
Bottom of Form
Top of Form
Bottom of Form
Dilansir dari suarasurabaya, RSUD dr. Iskak, Tulungagung, Jumat malam pukul 20.30 menerima seorang pasien rujukan dari RSUD Pacitan, Jawa Timur dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) corona atau COVID-19 dengan gejala batuk, pilek disertai demam dengan riwayat barusan perjalanan dari Hong Kong dan sempat transit di Singapura.
PDP corona asal Pacitan, berjenis kelamin perempuan berusia 44 tahun tersebut dibawa masuk RSUD dr. Iskak Tulungagung melalui pintu belakang, tepatnya melalui jalur pintu ke luar kamar mayat untuk selanjutnya dibawa masuk ke kamar isolasi ruang ICU Pulmonary yang ada di bagian tengah.
Manajemen RSUD dr. Iskak Tulungagung memastikan pasien rujukan dari RSD Pacitan yang mereka terima pada Jumat (13/3/2020) malam masih berstatus Pasien Dalam Pengawasan Corona, bukan positif Corona atau COVID-19 seperti santer berkembang di media sosial sehari terakhir.
Direktur RSUD dr. Iskak Tulungagung, dr. Supriyanto Dharmoredjo, Sp.B, FINACS, M.Kes mengimbau masyarakat agar tidak panik apalagi terprovokasi isu hoaks yang kerap muncul seiring pasien yang mendapat perlakuan khusus karena memilki gejala klinis batuk-pilek disertai demam yang mirip gejala Corona.
Apa yang dilakukan oleh RSUD Pacitan menurut Direktur RSUD dr. Iskak Tulungagung, dr. Supriyanto adalah benar. "Yang benar adalah RSUD Pacitan merujuk pasien menderita demam dan batuk pilek. Namun karena pasien baru pulang dari Hong Kong dan transit di Singapura pada 2 Maret 2020, dan kemudian di bawa ke RSUD Pacitan. Karena pasien baru pulang dari negara yg terpapar oleh virus COVID-19 maka sesuai prosedur pihak RSUD Pacitan dan kita RSUD dr. Iskak melakukan protokol penanganan seperti pasien yg terkena COVID-19"
Lebih lanjut dokter Pri menegaskan, prinsip kerja yang diberlakukan RSUD dr. Iskak adalah sesuai standar protokol penanganan pasien di dunia medis, yakni lebih baik kita berlebihan dalam menanganani pasien/penyakit dari pada kita kecolongan.
"Jadi, terhadap semua pasien yang mengalami sakit batuk pilek, demam tinggi dan ada riwayat bepergian dari daerah/ negara yang sudah terpapar virus Corona perlu kita waspadai. Pasien kita rawat seakan-akan memang sudah terinfeksi virus Corona, sampai kemudian terbukti tidak secara laboratoris dan klinis," tandasnya.
