Pasokan Ternak Sapi Sepi

AZ - Selasa, 05 Maret 2019 08:36 WIB
Pedagang sapi di Pasar Hewan Pacitan undefined

Halopacitan, Pacitan—Suasa pasar hewan Senin Pon (04/03/2019) memang terlihat tidak seramai biasanya. Beberapa baris tambatan hewan tampak kosong tanpa ada ternak yang dipajang.

"Mungkin karena sudah musim hajatan, para peternak sibuk untuk membantu tetangga atau keluarga yang punya gawe. Lagi pula tahun ajaran baru juga masih lama, ternaknya masih disimpan untuk tabungan, " kata Gunadi salah satu pengunjung pasar.

Kondisi berkurangnya hewan yang dijual juga dikeluhkan oleh Hariyanto, seorang peternak yang datang mencari bibit sapi untuk digemukkan. "Saya sebenarnya butuh dua ekor, tetapi hari ini pilihannya sedikit dan harganya-pun lebih mahal dari biasanya. Naiknya Rp500.000 sampai Rp1 juta," jelas pemuda yang sudah beberapa kali menggemukkan sapi itu.

Hal ini membuatnya mengurungkan niat untuk membeli sapi. "Daripada nanti kecewa kalau dipaksakan, mendingan menunggu hari pasaran berikutnya saja, atau kalau tidak, hari Sabtu saya ke pasar hewan di Ponorogo", lanjutnya.

Hariyanto biasa membeli ternak sapi untuk dipelihara dan digemukkan lalu dijual lagi pada saat hari raya Qurban, ia mengaku bisa mendapat sedikit tambahan tabungan jika menjual sapi saat Idul Adha.

"Bulan-bulan ini pas untuk memelihara sapi jika mau dijual nanti saat hari raya. Tidak terlalu lama memeliharanya, rumput masih subur dan sebentar lagi panen, sehingga persediaan jerami pasti banyak", jelasnya lagi.

Namun menurut Hariyanto untuk dipelihara hingga siap potong saat hari raya nanti sapi-sapi yang dipelihara harus diseleksi lebih detail. Dalam jangka waktu pemeliharaan lima bulan, sapi yang dibeli gigi gerahamnya sudah harus tanggal, tidak boleh ada cacat bawaan dari lahir, tidak dalam kondisi sakit dan lain-lain.

Sedikitnya pasokan sapi pada beberapa hari pasaran akhir-akhir ini memang diakui oleh beberapa pedagang, daya beli yang lemah, harga yang masih tinggi hingga beberapa masalah sosial menjadi faktor.

"Yang jelas kelihatan itu seperti musim hajatan yang baru mulai dampaknya besar, kebutuhan daging belum tinggi dan tabungan masih tebal" Jelas Iput, salah seorang pedagang sambil terkekeh. "Nanti kalau sudah satu atau dua minggu, pasti pasar kembali ramai," kata Naryo.

Bagikan

RELATED NEWS