Pedagang Harus Berebut, Harga Cabai Naik Dua Kali Lipat

Halo Berita 18 Jul 2019, By Tomi Herlambang
Pedagang Harus Berebut, Harga Cabai Naik Dua Kali Lipat (Halopacitan/Pratama Setyawan)

Halopacitan, Arjosari—Setelah lebaran Juni 2019 lalu, harga cabai di Pacitan terus merangkak naik. Bahkan kini harganya sudah dua kali lipat dibandingkan dengan kondisi normal.

Berdasarkan pantauan Halopacitan di Pasar Arjowinangun, Pacitan, harga cabai saat ini mencapai Rp75.000 per kilogramnya. Padahal jika kondisi normal harganya hanya sekitar Rp30.000.

"Dari musim Lebaran terus naik, terus naik sampai hari ini. Sekarang Rp 75.000 per kilonya, padahal harga normalnya Rp30.000,"  kata Nuryati (55), salah satu pedagang di Pasar Arjowinangun Kamis (18/07/2019).

Menurut Nuryati, kenaikan harga, menurut informasi yang dia terima karena pasokan dari tingkat petani menurun drastis akibat kemarau. "Karena kemarau, jadi banyak petani gagal panen," kata dia.

Karena terbatasnya pasokan bahkan saat pemasok datang pedagang harus berebut untuk bisa mendapatkannya.  "Sudah omzetnya kurang, harganya mahal, pembelinya pun berkurang juga . Rugi pasti kita," ujar Nuryati.

Menurutnya dalam kondisi normal dia bisa mendapatkan pasokan 40 kilogram, tetapi saat ini hanya 15 sampai 20 kilogram.

Mulyani (55), pedagang cabai di Pasar Wage Arjowinangun juga mengakui adanya kenaikan tajam harga cabai. Bahkan harga eceran bisa mencapai Rp85.000 per kilogramnya. Kondisi ini juga diakui pembeli.

"Harga eceran mencapai Rp 85.000 itu sudah terjadi selama sepekan terakhir. Memang semua pembeli mengatakan harganya naik tinggi. Katanya karena dampak kemarau,” kata Umi Solihatun(43) salah satu pembeli.

Karena terbatasnya pasokan bahkan saat pemasok datang pedagang harus berebut untuk bisa mendapatkannya.  "Sudah omzetnya kurang, harganya mahal, pembelinya pun berkurang juga . Rugi pasti kita," ujar Nuryati.

undefined

AZ