Pintek, Tawarkan Produk Baru, Pembiayaan Pendidikan dari PAUD Hingga Kuliah

Halo Pendidikan 17 Okt 2020, By Rahmat DS
Pintek, Tawarkan Produk Baru, Pembiayaan Pendidikan dari PAUD Hingga Kuliah (halopacitan/istimewa)

Biaya pendidikan menjadi salah satu masalah yang banyak dikeluhkan masyarakat. Biaya sekolah hingga kuliah dirasa semakin berat terlebih di tengah pandemi, dengan banyaknya orang yang kehilangan mata pencaharian. Menjawab itu semua Perusahaan teknologi finansial peer-to-peer lending menawarkan program baru, yaitu pembiayaan mulai dari PAUD hingga Perguruan Tinggi (Pintek Instan).

Pintek instan merupakan upgrade dari pintek students, yaitu sejenis biaya pinjaman pendidikan yang memberikan kemudahan orang tua untuk membiayai putra putrinya mulai PAUD sampai dengan Perguruan Tinggi. Pintek hadir untuk memudahkan dan membantu masyarakat memecahkan masalah terkait biaya pendidikan, tanpa agunan dan dapat dicicil untuk pembiayaan keperluan pendidikan di Perguruan Tinggi Negeri/Swasta atau lembaga sertifikasi.

Tidak hanya terbatas untuk pembayaran iuran uang sekolah saja, program cicilan Pintek Instant juga dapat digunakan untuk semua tagihan sekolah, seperti uang buku, e-learning, wisuda, skripsi, dan sebagainya.

Co-Founder sekaligus Direktur Utama Pintek Tommy Yuwono, mengatakan bahwa pendidikan merupakan sebuah kunci dalam menciptakan sumber daya manusia unggul. Sehingga generasi pelajar ini diharapkan mampu menghadapi tantangan di masa yang akan datang.

“Dengan Pintek Instant, diharapkan dapat memberikan pilihan cerdas bagi orang tua dalam kebutuhan pendidikan anak, mulai dari iuran sekolah hingga pembelian kebutuhan pendidikan jarak jauh seperti laptop maupun gadget lainnya.” Katanya dalam peluncuran produk terbarunya tersebut, Jakarta, Kamis 15 Oktober 2020 lalu, seperti dilansir dari TrenAsia.com.

Ia menerangkan, produk terbaru Pintek ini diawali dari permasalahan yang dihadapi oleh orang tua selama pandemi. Tommy mengutip pernyataan Menteri Nadiem Makarim yang bilang sekolah swasta menjadi institusi yang paling rentan terhadap krisis.

Selain itu, katanya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menerima banyak keluhan terkait penundaan pembayaran sumbangan pembinaan pendidikan (SPP).

Hal ini karena banyaknya orang tua siswa yang tidak mampu membayar SPP akibat kehilangan mata pencaharian.

“Sejak awal, kami menjaga komunikasi baik dengan mitra kami yaitu lembaga pendidikan swasta. Melalui tim kami yang melakukan pendekatan di lapangan, memang banyak ditemukan adanya kesulitan pemenuhan kebutuhan pendidikan bagi orang tua peserta didik tingkat SD hingga SMA,” jelasnya.

Menyadari hal tersebut, Tommy berupaya memberikan solusi. Sebagai perusahaan fintech P2P lending yang fokus pada pendidikan, lanjutnya, Pintek akan mendukung penuh pemerintah dalam melanjutkan pendidikan di Indonesia dengan upgrade program terbarunya tersebut.

Ketua Harian Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah menambahkan, saat ini teknologi finansial khususnya P2P lending telah menyasar berbagai sektor di Indonesia, termasuk sektor pendidikan.

“Kami berharap dengan adanya inovasi yang telah dilakukan oleh Pintek dapat meningkatkan kontribusi fintech lending terhadap sektor pendidikan di Indonesia,” tuturnya.

Kuser juga menyatakan dukungan penuh Pintek melalui Pintek Instant dalam memberikan kemudahan bagi masyarakat di Indonesia untuk akses kredit.

Harapannya, dengan adanya inovasi ini terlebih dapat berkontribusi terhadap peningkatan inklusi keuangan di Indonesia.

undefined

SP