PKM 2021: E-Batik Nusantara, Aplikasi Edukasi Ragam Batik Tanah Air Buatan Mahasiswa UNESA

Rahmat Deny - Selasa, 14 September 2021 21:53 WIB
E-Batik Nusantara, Aplikasi Edukasi Ragam Batik Tanah Air Buatan Mahasiswa UNESA (sumber: unesa.ac.id)

Lima mahasiswa PKM RSH UNESA rancang aplikasi E-Batik Nusantara untuk mengenal batik sebagai warisan seni dan budaya bangsa Indonesia. Batik Indonesia juga telah resmi terdaftar sebagai Warisan Kemanusiaan Karya Agung Budaya Lisan dan Nonbendawi di UNESCO.  E-Batik dirancang menggunakan metode augmented reality berbantuan combine close sebagai media pembelajaran atau sarana edukasi ragam batik tanah air.

 

Adapun kelima mahasiswa tersebut adalah  Aas Nafilah Ilmi dari S-1 Pendidikan IPS, Novan Ari Pradana D-4 Manajemen Informatika, Moch. Anan Charismadeyanto dari S-1 Pendidikan IPS, Maharani Syahdilla Putri W dari S-1 Desain Komunikasi Visual, dan Ama Fatmala S-1 Pendidikan IPS.

sumber: unesa.ac.id

Aas Nafilah Ilmi, Ketua PKM RSH UNESA mengatakan E-Batik dikembangkan berdasarkan riset dan sudah melewati tahap ujicoba dan mulai digunakan di sekolah Kota Surabaya. 

 

“Kalau mau belajar batik, macam-macamya, motif dan maknanya dari berbagai daerah bisa lewat E-Batik,” ucapnya seperti dilansir dari laman unesa.ac.id Minggu (12/9/2021).

 

Aas menjelaskan E-Batik memiliki beberapa fitur utama, mulai dari materi, game hingga informasi seputar aplikasi dan petunjuknya. Cara kerja aplikasi itu pun cukup sederhana. 

 

Pada tampilan utama dimunculkan peta Indonesia yang jika salah satu daerah di-klik, akan muncul ikon model berbaju batik ciri khas daerah tersebut yang disertai dengan keterangan nama batik hingga filosofinya. 

 

“Jenis dan makna batik 34 privinsi di Indonesia semua ada di aplikasi,” ucapnya.

 

Visual model batik dirancang berbasis 3D sehingga bisa digerakkan, diputar atau diperbesar dengan sentuhan jari. Selain itu, juga dilengkapi dengan ‘suguhan’ 34 lagu daerah dan fitur permainan sederhana berupa tanya jawab dan tebak-tebakan seputar batik nusantara.

 

Lebih lanjut Ia menyampaikan bahwa E-Batik Nusantara hadir untuk mengedukasi dan mendorong anak-anak bangsa sehingga tertarik mempelajari, memahami dan memaknai batik sebagai bagian dari warisan penting bangsa Indonesia serta memberikan inspirasi dalam berkreasi dan berinovasi bagi para generasi.

 

Dalam pengembangan aplikasi itu, lima mahasiswa tersebut mendapat bantuan dana PKM RSH dari Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemendikbud Ristek RI. 

 

Ia dan teman-temannya berharap, aplikasi edukasi tentang batik tersebut bisa memudahkan para guru dalam mengajar dan para siswa dalam belajar tentang batik nusantara.

 

RELATED NEWS