IMG-LOGO
Home Halo Sehat Ramai Kasus Cacar Mo...

Ramai Kasus Cacar Monyet, Penyakit Apa Ini?

AZ - Selasa, 14 Mei 2019 pukul 07.19
Ilustrasi Ilustrasi (sumber: istimewa)

Halopacitan, Pacitan—Kementerian Kesehatan memberikan imbauan kepada masyarakat yang baru kembali dari perjalanan di wilayah yang terjangkit monkeypox atau cacar monyet untuk segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Anung Sugihantono dalam keterangan tertulisnya mengimbau untuk memeriksakan diri jika seseorang tersebut memiliki gejala seperti demam tinggi mendadak, serta pembesaran kelenjar getah bening dan ruam kulit dalam waktu kurang dari tiga minggu setelah kepulangan.

Masyarakat yang habis bepergian juga diminta untuk menginformasikan kepada petugas kesehatan tentang riwayat perjalanannya.

Masyarakat juga diimbau untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti cuci tangan dengan sabun, menghindari kontak langsung dengan tikus atau primata dan membatasi pajanan (exposure) langsung dengan darah atau daging yang tidak dimasak dengan baik.

Selain itu juga menghindari kontak fisik dengan orang yang terinfeksi atau material yang terkontaminasi, dan menghindari kontak dengan hewan liar atau mengkonsumsi daging yg diburu dari hewan liar (bush meat)

Kasus penyakit monkeypox dikonfirmasi terjadi di Singapura setelah seseorang kembali dari perjalanan ke Afrika. Kasus pertama cacar monyet di Singapura diumumkan setelah seorang warga Nigeria dinyatakan mengidap virus yang diduga berasal dari daging satwa liar yang sempat ia konsumsi di sebuah resepsi pernikahan di Nigeria, sebelum memasuki Singapura pada 28 April 2019. Daging satwa liar merupakan salah satu sumber penularan virus cacar monyet.

Monkeypox adalah penyakit akibat virus yang ditularkan melalui binatang (zoonosis). Penularan dapat terjadi melalui kontak dengan darah, cairan tubuh, atau lesi pada kulit atau mukosa dari binatang yang tertular virus.

Penularan pada manusia terjadi karena kontak dengan monyet, tikus Gambia dan tupai, atau mengonsumsi daging binatang yang sudah terkontaminasi.

Inang utama dari virus ini adalah rodent (tikus). Penularan dari manusia ke manusia sangat jarang. Wilayah terjangkit monkeypox secara global yaitu Afrika Tengah dan Barat seperti Republik Demokratik Kongo, Republik Kongo, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Nigeria, Ivory Coast, Liberia, Sierra Leone, Gabon and Sudan Selatan. Sampai saat ini belum ditemukan kasus monkeypox di Indonesia.