Seputar Mitos Penyakit Jantung yang Harus Diketahui

Halo Sehat 20 Sep 2020, By Rahmat DS
Seputar Mitos Penyakit Jantung yang Harus Diketahui (halopacitan/istimewa)

Serangan jantung menjadi penyebab nomor 1 kematian di Indonesia. Tak kenal usia jumlah penderita penyakit jantung pun semakin meningkat. Makanan memainkan peran utama bagi kesehatan tubuh, tak terkecuali terhadap organ jantung.

Masyarakat perlu tahu bahwa selama ini terdapat mitos berkaitan dengan kesehatan jantung. Seperti dibedah oleh Mayo Clinic yang dilansir dari TrenAsia.com berbagai fakta yang perlu diketahu masyarakat terdapat hal-hal penting.

  1. Mitos: Menghindari telur dan mengonsumsi suplemen omega 3 untuk mengurangi risiko penyakit jantung.

Fakta: Penyakit jantung adalah penyebab kematian nomor satu baik bagi pria maupun wanita. Salah satu senjata ampuh untuk mencegahnya, yakni dengan makan makanan sehat dengan nutrisi lengkap, termasuk vitamin dan mineral.

Seseorang tetap membutuhkan energi untuk menjaga berat badan, kolesterol dan tekanan darah. Telur merupakan makanan yang mengandung protein dan tetap dibutuhkan oleh tubuh. Meskipun demikian, diimbau untuk mengonsumsi secara wajar alias tidak berlebihan.

  1. Mitos: Minyak kelapa adalah alternatif masakan yang menyehatkan jantung.

Fakta: Minyak kelapa mengandung kadar lemak jenuh yang sangat tinggi, kurang lebih 50% lebih tinggi dibandingkan dengan mentega.

Dalam hal ini, lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol yang akan berisiko menimbulkan penyakit jantung. Di sisi lain, sebagian peneliti mendukung bahwa beberapa lemak jenuh dalam minyak kelapa, seperti trigliserida tidak terlalu berbahaya dan dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL yang bermanfaat.

Namun, hasil riset mengatakan minyak kelapa mempunyai kadar kolesterol yang lebih tinggi dibandingkan zaitun atau canola. Trigliserida pun hanya membentuk sedikit asam lemak dalam minyak kelapa.

Sebaiknya, masyarakat disarankan untuk mengonsumsi lemak dari minyak zaitun, minyak canola, atau asam lemak omega 3 dalam kacang-kacangan dan makanan laut.

  1. Mitos: Suplemen asam lemak Omega 3 sehat bagi jantung

Fakta: Hasil penelitian yang melibatkan hampir 80.000 pasien tidak menemukan hubungan antara suplemen omega 3 dan penyakit jantung. Meskipun suplemen mungkin tidak berbahaya, tetapi masyarakat disarankan untuk mendapatkan omega 3 dari makanan secara langsung, bukan dari suplemen.

Omega 3 yang terkandung dalam ikan dianggap dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung. Hal itu disebabkan oleh asam lemak tak jenuh dalam makanan laut yang dapat mengurangi peradangan dan menurunkan kadar lemak darah.

undefined

SP