Suryadi Mencoba Menyulap Lahan Tandus Jadi Kebun Kelapa Sawit

AZ - Sabtu, 04 Mei 2019 15:38 WIB
Suryadi dengan kelapa sawit yang ditanamnya undefined

Halopacitan, Bandar—Di sebuah puncak bukit ditepi jalan Bandar-Pacitan, Suryadi dibantu dua orang terlihat sibuk menggotong bibit-bibit pohon kelapa sawit yang akan ditanam di lubang-lubang yang sudah dipersiapkan. Langkah mereka tampak berhati-hati, karena disatu sisi ada jurang yang menganga dalam.

Sudah hampir satu tahun ini Suryadi mencoba membudidayakan kelapa sawit di Petung Sinarang. Sudah ada 700 batang ia tanam di lahan seluas 5 hektare lebih yang terpisah menjadi enam tempat. Suryadi, warga Dusun Krajan RT 02 RW 01 Desa Petung Sinarang tersebut memperoleh benih dari wilayah Blitar, yang disediakan PT Arum Madani "Harganya Rp45.000 per batang sampai di Pacitan," ucapnya. (04/05/2019)

Mantan kepala desa dua periode tersebut mengaku tertarik menanam kelapa sawit setelah ia melihat beberapa batang pohon yang ia bawa pulang dari Kalimantan, juga yang dibawa para tetangganya saat bekerja di perkebunan sawit di Kalimantan dapat tumbuh dengan subur di Petung Sinarang.

"Petung Sinarang ini dari dulu terkenal sebagai daerah yang tandus. Namun kelapa sawit dapat tumbuh subur di sini," jelas Suryadi.

Berdasarkan hal itu, Suryadi mulai tertarik untuk mengembangkan kelapa sawit. Mulailah ia menghubungi rekannya yang ada di pabrik pengolahan kelapa sawit di Kalimantan untuk menanyakan apakah di Jawa Timur ada yang mengolah kelapa sawit, dan akhirnya ia ditunjukkan keberadaan PT Arum Madani di Blitar.

Sebelum ia menanam sawit, tanah yang ia miliki sebelumnya hanya berupa lahan minus yang ditumbuhi semak dan rumput liar. Hanya di beberapa bagian bisa tumbuh pohon cengkih dan akasia. Dari hal itu, ia mulai mengolah lahan tandus menjadi perkebunan kelapa sawit.

Menurut Suryadi, kelapa sawit rata-rata membutuhkan jangka waktu tiga tahun dari mulai menanam hingga berbuah. Perawatannya-pun tergolong mudah karena cukup dipupuk dengan kompos dan pupuk kandang saat musim penghujan, tidak banyak membutuhkan pupuk kimia.

Dari pengalaman di Kalimantan, Suryadi menjelaskan bahwa satu pohon kelapa sawit ketika mulai berbuah dalam satu bulan bisa di panen dua kali, dengan sekali panen satu pohon bisa menghasilkan 25 hingga 30 kg dengan harga perkilo berkisar antara Rp1.300 hingga Rp1.500.

“ Monggo dihitung, jika kita punya 500 batang saja, berapa nilainya?" tanya Suryadi. Itupun harganya masih menggunakan harga Kalimantan, padahal menurut Suryadi harga di Jawa bisa dipastikan lebih mahal. "PT. Arum Madani juga siap menampung hasil panen, karena mereka juga memproduksi minyak," Tegasnya.

Menurut Suryadi, memanam pohon kelapa sawit tidak membutuhkan perawatan khusus. Menuruntnya pohon kelapa sawit tidak jauh beda dengan pohon kelapa maupun pohon aren yang banyak tumbuh subur di Pacitan. Selain perawatan yang mudah, hama-pun tidak akan mengganggu.

"Di rumah kita ini kan babi hutan menjadi momok para petani maupun pekebun. Hampir setiap tanaman pangan habis diserang babi huatn. Namun terhadap kelapa sawit, babi hutan tidak doyan," ucap Suryadi.

Bagikan

RELATED NEWS