Syarat Protokol Kesehatan, 196 Mahasiswa STKIP PGRI Pacitan Ikuti Yudisium

Halo Pendidikan 25 Agt 2020, By Rahmat DS
Syarat Protokol Kesehatan, 196 Mahasiswa STKIP PGRI Pacitan Ikuti Yudisium (halopacitan/istimewa)

Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP PGRI) Pacitan, Senin dan Selasa (24-25 Agustus 2020) meyudisium 196 Sarjana Pendidikan dari 7 Program Studi. Pelaksanaan yudisium dilaksanakan selama 2 hari dengan protokol kesehatan ketat.

Mahasiswa 7 Program Studi, yaitu  Pendidikan Sejarah, Bahasa dan Sastra Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, Jasmani Kesehatan dan Rekreasi,  Guru Sekolah Dasar, dan Informatika, diyudium setelah 4 tahun menempuh studi di kampus dengan julukan Kampus Pendidik.

 Ketua STKIP PGRI Pacitan, Hj. Sri Iriyanti, M.Pd., menyampaikan  ucapan selamat atas keberhasilan para yudisiawan/yudisiawati dalam menempuh dan menyelesaikan pendidikannya. Selain itu, beliau juga beramanat kepada seluruh lulusan untuk mengamalkan ilmu yang telah diraihnya dengan kerja keras dan cerdas. Sehingga dapat menangkap peluang dan sukses dalam meniti bahtera kehidupan di tengah tatanan global yang dinamis dan berkembang cepat ini.

Ulin Rahma Sintia, salah satu peserta yudisium Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), menyampaikan rasa syukurnya, meski di tengah pandemi dirinya dimudahkan dan dapat selesai studi tepat waktu. Rahma juga menyampaikan apresiasi atas pelaksanaa yudisium kali ini.

“Ini pengalaman luar biasa. Kami sangat terharu yudisium tetap berjalan walaupun di tengah pandemi. Mulai dari disediakannya tempat cuci tangan, kursi di dalam ruangan di buat berjarak, hingga pembagian masker dan hand sanitizer. Proses pelaksanaan yudisium juga sangat tepat waktu, dengan sangat sakral dan mempunyai kesan mendalam di hati saya”, ungkap wisudawati asal Tulakan ini pada halopacitan (25/08/2020).

Hal yang sama juga disampiakan Mila. “Yudisium tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, karena dilaksanakan ditengah pandemi COVID-19. Yudisium dilakukan dengan tetap mematuhi protokol yang berlaku. Namun, hal tersebut tidak mengurangi kesakralan proses yudisium. Meski sederhana sangat berkesan karena yudisium dapat dilakukan secara langsung”, ungkap mahasiswa dengan nama lengkap Dyah Milangeni tersebut.

Hal yang sama juga disampaikan Aning, “Kami sangat terkesan dengan acara hari ini. Tak lupa pula kami berterima kasih pada seluruh civitasakademika STKIP PGRI Pacitan. Hari ini akhirnya kami bisa diyudisium, dengan gelar Sarjana Pendidikan”, ungkap Aning mahasiswa PBSI penuh haru.

undefined

SP