Tarmo, Pedagang Kue Putu yang Tetap Survive di Tengah Pandemi

Halo Berita 26 Jun 2020, By Peri
Tarmo, Pedagang Kue Putu yang Tetap Survive di Tengah Pandemi (halopacitan/peri)

Himbauan untuk stay at home atau dirumah saja pada saat pandemi Covid-19, ternyata membawa berkah tersendiri bagi pedagang keu putu keliling. Berjalan dari satu rumah ke rumah berikutnya dan berjalan menyusuri setiap jalan dan gang menjadi pemandangan yang sering ditemukan ketika matahari hampir tepat di atas kepala.

Tarmo, salah satu pedagang kue putu di Pacitan menyampaikan bahwa ia tetap baik-baik saja dalam kodisi COVID-19 ini. Pada halopacitan, Jumat (26/06/2020) ia mengatakan, ”Alhamdulillah, pandemi Covid ini tidak terlalu berpengaruh, saya tiap hari jualan terus dan pasti banyak habisnya, jarang tersisa”.

“Kue putu ini banyak yang suka mas, buat camilan selagi dirumah”,  imbuh pedagang kue putu yang biasa ditemukan di seputaran pasar Arjowinagun Pacitan ini.

Tarmo mengaku dalam menjual putu dangannya, setiap hari jalan kaki dengan menempuh jarak  kurang lebih lima kilo, setelah kue putunya habis ia lantas menggunakan jasa becak untuk kembali ke tempat tinggalnya

“Saya sudah lama berjualan putu mas,  yang lain menggunakan sepeda motor, saya jalan kaki sampai ke kampung –kampung, tapi kalau pulang naik becak”,  tambah bapak empat anak ini.

Tarmo menuturkan bahwa dia tetap berjualan di saat wabah COVID-19, selain banyak orang yang tinggal dirumah, karena memang mata pencahariannya berjualan putu. Tidak lupa pak Tarmo juga  memakai APD (Alat Pelindung Diri) berupa masker saat berjualan.

“Kalau tidak habis , tidak kawatir mas sebab bahan bakunnya dari tepung beras yang belum matang, sehingga tidak kawatir rusak apabila digunakan untuk berjualan hari berikutnya”, imbuh Tarmo

Putu sendiri merupakan jenis makanan berupa kue yang terbuat dari butiran kasar tepung beras yang biasanya berisi gula merah dan ditaburi parutan kelapa. Selain suara khas uapnya yang keluar dari alat suitannya,  proses pembuatan kue putu juga dengan cara dikukus di dalam bambung dan sedikit dipadatkan. Sedangkan harganya satu potong  putu Rp1000,00 atau bisa satu porsi Rp 5.000,00 rupiah.

Selain sebagai camilan, putu sendiri mempunyai nilai gizi yang cukup tinggi dengan bahan baku dari tepung beras dengan gula merah  yang mengandung karbohidrat dan kalori serta kandungan lemak dalam parutan kelapa. Jadi walaupun putu hanya makanan ringan tetapi tetap memiliki kandungan gizi yang baik bagi kesehatan. Untuk lebih nikmatnya putu dinikmati ketika baru matang dan masih panas apalagi pada waktu hujan atau musim dingin seperti saat ini.

undefined

SP