Tetap Waspada DBD, di Tengah Pandemi COVID-19
DBD (Demam Berdarah Dengue) juga menjadi momok di tengah pandemi COVID-19. Pasalnya, data mulai Januari sampai dengan 30 April 2020 kasus Demam Berdarah Dengue ( DBD) di Indonesia sudah mencapai 49.931 kasus.
Selain COVID-19, angka DBD juga perlu diwaspadai karena angka kematian akibat DBD di Indonesia juga masih terus bertambah, yang sampai saat ini sudah mencapai 314 orang. Hal ini diungkapkan dalam laporan yang diterima oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi.
Dilansir dari Kompas.com, Nadia menyampaikan, "Sampai saat ini, masih bisa ditangani (pasien DBD), hanya perlu kewaspadaan kita bersama juga masyarakat, apalagi saat ini warga banyak di rumah," kata Nadia.
Perlu diketahui setiap kali musim pancaroba, kelembaban suhu udara yang tinggi menyebabkan nyamuk mudah untuk bersarang. Hal tersebut berpotensi meningkatkan jumlah nyamuk di lingkungan kita. Ditambah lagi dengan daya tahan tubuh manusia yang cenderung menurun seiring terjadinya peralihan musim, sehingga penyakit DBD menjadi satu hal yang patut diwaspadai.
Dilansir dari berbagai sumber, nyamuk demam berdarah memiliki siklus berbeda dengan nyamuk biasa. Nyamuk ini biasa aktif dari pagi jam 09.00 WIB sampai sekitar jam 15.00 WIB untuk menghisap darah manusia yang dapat menyebarkan virus demam berdarah. Sedangkan pada malam hari, nyamuk ini tidur. Maka, kita harus berhati-hati terhadap gigitan nyamuk pada siang hari.
Faktor kebersihan juga menjadi salah satu cara untuk menangkal penyakit DBD ini, sebab nyamuk DBD memiliki kebiasaan berada di genangan air dan di daerah yang banyak pohonnya seperti di taman atau kebun. Genangan air pada pot bunga juga menjadi salah satu tempat yang disukai nyamuk. Jika seseorang terinfeksi virus Demam Berdarah Dengue, umumnya menunjukkan gejala-gejala seperti, demam tinggi terus menerus, suhu badan sekitar 39 -40 derajat celcius dan menyebabkan sakit kepala pada penderita, demam tanpa disertai batuk, sakit perut atau mual, badan terasa pegal atau nyeri pada persendian, dan muncul bintik-bintik merah, tetapi hal ini tidak selalu terjadi pada setiap kasus.
Demam Berdarah Dengue bisa menjadi penyakit yang mematikan jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, jika ada anggota keluarga yang menunjukkan gejala-gejala tersebut sebaiknya segera dibawa ke dokter untuk pengobatan. Sebagai antisipasi dan pencegahan DBD dapat dilakukan dengan gerakan 3M, yaitu menutup tempat penyimpanan air, menguras bak mandi secara berkala, dan mengubur barang-barang yang tidak terpakai agar larva nyamuk tidak dapat berkembang. Cegah gigitan nyamuk dengan memakai obat pengusir nyamuk atau lotion anti nyamuk serta gunakan bubuk Abate pada selokan dan penampungan air agar tidak menjadi tempat bersarangnya nyamuk. Selain itu menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat juga penting karena kondisi yang kuat dapat membantu tubuh untuk menangkal virus yang masuk.
