Waspada, Bertambah 7 COVID Confirm, Zona Pacitan Bisa Bergeser

SP - Kamis, 20 Agustus 2020 04:28 WIB
Rahmad Dwiyanto, Juru Bicara Satgas COVID-19 Kabupaten Pacitan, Umumkan Penambahan 7 Kasus COVID undefined

Rabu (19/08/2020) Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pacitan kembali mengumumkan penambahan jumlah pasien COVID confirm Pacitan, bertambah 7 orang. Permohonan maaf disampaikan Rahmad Dwiyanto pada seluruh masyarakat Pacitan karena belum berhasil mengendalikan penambahan kasus COVID.

“Kami sampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Pacitan, karena kami belum mampu mengendalikan penambahan jumlah kasus positif COVID-19 di Pacitan. Hari ini kita semua sungguh prihatin karena ada penambahan 7 kasus baru di Pacitan”, ungkap Rahmad.

“Ketujuh kasus tersebut muncul dari beberap kluster, utamannya yang mempunyai riwayat habis melakukan perjalanan dari daerah lain. Rahmad menyebutkan, penambahan kasus kali ini adalah paling banyak, yang meliputi anak-anak usia 10 tahun, hingga orang dewasa. Beberapa adalah dari kluster dari kluster Perusahaan Sudimoro tetapi tinggal di Arjowinangun Pacitan. Kedua, juga dari Arjowinangun, dengan kluster yang sama yaitu dari perusahaan di Sudimoro”.

“Sementara itu kasus ke-3 adalah dari Punung , diketahu setelah yang bersangkutan baru pulang perjalanan dari Jakarta, kasus ke-4 adalah suami pasien kasus nomor 3, perjalanan dari Jakarta pula. Yang ke-5 dari Punung, ART di Surabaya, pasien ke-6 dari Desa Tamanasri Pringkuku, dan terakhir dari Kecamatan Pacitan, setelah melakukan perjalanan dari Jakarta”, tegas Rahmad.

“Dengan demikian, total positif COVID confirm Pacitan menjadi 74. Angka ini akan membawa dampak bergesernya zona”, kata Rahmad.

“Namun kita pun patut bersyukur karena penambahan kesembuhan pasien COVID di Pacitan bertambah 6 orang. Angka kesembuhan kita sampai hari ini 59 orang (79,7%), dirawat 13 orang dan meninggal 2 orang”.

“Tidak jemu tidak bosannya Satgas menghimbau agar masyarakat tetap jalankan protokol kesehatan, dengan 3 M. Jauhi kerumunan. Partisipasi dan kesadaran masyarakat serta kejujuran. Tracing akan dilakukan secara optimal. Penularan akan dapat dicegah sedini mungkin”, pungkas Rahmat.

Bagikan

RELATED NEWS