
Didera Pandemi COVID 19, Pertumbuhan Investasi Di Jatim Tahun 2020 Tertinggi di Indonesia
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memaparkan, bahwa pertumbuhan investasi di Jatim tahun 2020 sebesar 33,8 persen, ini merupakan angka tertinggi dari semua provinsi di Indonesia.
Halo Berita
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memaparkan, bahwa pertumbuhan investasi di Jatim tahun 2020 sebesar 33,8 persen, ini merupakan angka tertinggi dari semua provinsi di Indonesia.
“Alhamdulilah, pertumbuhan investasi di Jatim tahun 2020 sebesar 33,8 persen, ini merupakan angka tertinggi dari semua provinsi di Indonesia. Hal ini patut kita syukuri mengingat banyak provinsi lainnya di pulau Jawa terkontraksi cukup dalam investasinya. Maka hal ini menjadi semangat untuk bisa menjaga suasana kondusif dan iklim investasi bisa terjaga dengan baik,” ungkap Khofifah, seperti dilansir dari kominfo.jatimprov.go.id Selasa (30/3/2021)
Hal tersebut dipaparkan pada saat pada saat Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Akhir Tahun Anggaran 2020 di hadapan Ketua dan Anggota DPRD Jatim di rapat paripurna, Senin (29/3/2021).
Khofifah mengatakan berdasarkan data BKPM RI per Januari 2021 tercatat realisasi pertumbuhan investasi di Jatim mengalami kenaikan signifikan. Pada tahun 2020 di masa pandemi Covid-19, investasi di Jatim tumbuh 33,8% yaitu sebesar Rp 78,3 trilliun dibandingkan tahun 2019 tercatat Rp 58,5 trilliun. Sedangkan tahun 2018 tercatat Rp 51,2 trilliun, tahun 2017 tercatat Rp 65,9 trilliun, tahun 2016 tercatat Rp 72,9 trilliun. Dengan demikian investasi di Jatim saat pandemi Covid-19 tahun 2020 tercatat tertinggi sejak tahun 2016.
“Harapannya kalau investasi sudah berjalan dengan baik maka bisa menyerap tenaga kerja yang banyak. Sehingga angka pengangguran yang bertambah di tahun kemarin bisa terserap dengan maksimal , ahirnya kesejahteraan masyarakat akan meningkat,” lanjut Mantan Mensos RI tersebut.
Lebih lanjut ia menyampaikan, laju perekonomian di Jatim mengalami kontraksi sebesar 2,39%, namun angka tersebut masih cenderung lebih baik dibandingkan dengan beberapa daerah di pulau Jawa. Bahkan PDRB Jatim mampu berkontribusi sebesar 24,80% di pulau Jawa setelah DKI dan berkontribusi terbesar kedua secara nasional setelah DKI yaitu sebesar 14,57 persen terhadap PDB Nasional.
Yang membanggakan, capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jatim selalu mengalami peningkatan setiap tahun. IPM Jatim tahun 2020 sebesar 71,71, meningkat 0,21 poin dibanding tahun 2019 dan merupakan peningkatan tertinggi diantara provinsi lain se Jawa.
Tidak hanya itu, Gubernur Khofifah juga menyebutkan bahwa angka produksi padi di Jatim meningkat dan menduduki posisi pertama di Indonesia. Untuk itu, pihaknya terus mendorong Bulog untuk menyerap gabah dan beras semaksimal mungkin.
“Alhamdulillah, berdasarkan data BPS yang dirilis pada Maret 2021, tercatat produksi padi di Jatim tahun 2020 sebanyak 9.944.538 ton Gabah Kering Giling (GKG) naik 363.6000 ton atau 3,97 persen. Dengan capaian ini maka Provinsi Jatim menjadi penyumbang 18,2 persen produksi padi nasional sekaligus tertinggi di Indonesia ,” pungkasnya
