Ilustrasi : Kolabarorasi Gojek - Linkaja
Halo Berita

Gojek Suntik Dompet Digital BUMN LinkAja Rp1,4 Triliun

  • Dompet digital LinkAja milik perusahaan pelat merah PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) berhasil menggalang dana lewat penerbitan saham preferen seri B dengan total perolehan lebih dari US$100 juta. PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek Indonesia) seperti dilansir dari trenasia.com Rabu (10/3/2021), menjadi salah satu investor dalam suntikan dana di  Dompet digital LinkAja dengan nilai US$100 juta setara Rp1,4 triliun (asumsi kurs Rp14.421 per dolar Amerika Serikat).

Halo Berita
SP

SP

Author

Dompet digital LinkAja milik perusahaan pelat merah PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) berhasil menggalang dana lewat penerbitan saham preferen seri B dengan total perolehan lebih dari US$100 juta. PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek Indonesia) seperti dilansir dari trenasia.com Rabu (10/3/2021), menjadi salah satu investor dalam suntikan dana di  Dompet digital LinkAja dengan nilai US$100 juta setara Rp1,4 triliun (asumsi kurs Rp14.421 per dolar Amerika Serikat).

 

Investasi Gojek di LinkAja, layanan keuangan digital dari PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) yang merupakan anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dinilai bisa mempercepat program inklusi keuangan yang digagas oleh pemerintah. Sebelumnya, Telkomsel telah menyuntik modal Gojek Rp2,1 triliun.

 

Sementara itu, Pakar Ekonomi Keuangan Prof. Roy Sembel mengatakan, selain itu, integrasi kedua perusahaan tersebut juga dinilai strategis karena segmen pasar dan use cases mereka bersifat saling melengkapi.

 

Dalam hal ini, jangkauan PT Dompet Karya Anak Bangsa (GoPay) sudah sangat luas tidak hanya mencakup layanan Gojek tetapi juga sudah bisa digunakan di sektor ritel dan bisnis serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sementara, LinkAja berfokus pada pembayaran ritel, layanan publik dan kebutuhan sehari-hari di kota-kota tier 2 dan 3 di Indonesia.

 

Nantinya, sinergi jaringan keduanya bisa lebih cepat menjangkau banyak pihak untuk masuk ke dalam sistem perbankan dan meningkatkan inklusi keuangan sesuai target pemerintah.

 

Di sisi lain, kehadiran LinkAja juga dinilai akan memungkinkan para pelaku UMKM di dalam ekosistem Gojek bisa menjangkau pasar yang lebih luas secara lebih cepat.

 

“UMKM diuntungkan karena mereka mendapatkan alternatif pembiayaan dan jalur pembayaran,” kata Roy dalam keterangan resmi yang diterima TrenAsia.com, Rabu, 10 Maret 2021.

 

Dia menambahkan,  dengan sinergi tersebut akan ada skala ekonomi (economies of scale) yang lebih besar jika berjalan lancar sehingga terjadi efisiensi.

 

“Efisiensi tersebut dapat diterjemahkan dengan pelayanan dan harga yang bagus bagi customer,” imbuhnya.

 

Sejak pandemi COVID-19, kinerja layanan keuangan dari Gojek itu justru positif dengan pertumbuhan gross transaction value (GTV) sudah melebihi GTV saat pandemi.

 

Sebab itu, dengan adanya kerja sama tersebut, muncul inovasi baru yang bisa dikembangkan secara jangka panjang. Terlebih kedua pihak didukung oleh perusahaan skala global dan bank-bank besar di Indonesia.

 

“Diharapkan kolaborasi ini bisa meluas ke regional ASEAN dan internasional,” ujarnya.

 

Adapun sebelumnya, Co-CEO Gojek Andre Soelistyo mengatakan, Gojek Group selalu memiliki fokus yang mendalam untuk mendukung semua orang di Indonesia agar dapat menikmati manfaat dari ekonomi digital.

 

Misi Gojek untuk meningkatkan inklusi keuangan dengan memberikan akses layanan keuangan seluas-luasnya kepada masyarakat unbanked dan underbanked, juga sejalan dengan komitmen yang dimiliki oleh LinkAja.

 

Menurutnya, kolaborasi ini juga memberi kesempatan untuk menggabungkan kekuatan teknologi dan jangkauan luas dari masing-masing perusahaan. Serta, peluang bekerja sama dalam meningkatkan penggunaan pembayaran non-tunai sehingga dapat mempermudah hidup jutaan masyarakat di seluruh pelosok negeri.