
Indonesia Tandatangani Kesepakatan Non Disclosure Agreement (NDA) dengan Tesla
Di tengah pandemi COVID-19 pemerintah terus menggenjot kerjasama investasi dari luar negeri. Kabar terbaru produsen mobil listrik asal Amerika Serikat, Tesla akan segera megirimkan proposal rencana investasi.
Halo Berita
Di tengah pandemi COVID-19 pemerintah terus menggenjot kerjasama investasi dari luar negeri. Kabar terbaru produsen mobil listrik asal Amerika Serikat, Tesla akan segera megirimkan proposal rencana investasi.
Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) seperti dilansir dari Trenasia.com Kamis (4/2/2021) mengungkapkan, produsen mobil listrik asal Amerika Serikat, Tesla segera mengirimkan proposal rencana investasinya.
Menko Marves menyatakan bahwa proposal itu kemungkinan besar akan diterima paling lambat Kamis, 4 Februari 2021.
Luhut juga menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia bersama tim Tesla telah menandatangani kesepakatan non-disclosure agreement (NDA).
“Kami sudah enam kali video call dan NDA sudah ditandatangani. Jadi saya pikir hari ini atau besok, kami akan terima proposal dari mereka,” ujarnya melalui akun YouTube IDX Channel, Rabu, 3 Februari 2021.
Proposal tersebut akan berisi berbagai penawaran investasi hingga hal teknis ke depannya.
Kendati begitu, Luhut mengaku belum mengetahui jumlah investasi yang akan digelontorkan oleh Tesla.
“Ya kita belum tahu seberapa besar, tapi yang kami tahu dan sebenarnya kami belum bisa men-disclose terlalu detil ke publik,” imbuhnya.
Selain Tesla, sambung Luhut, beberapa investor kakap asing lainnya juga dikabarkan segera masuk ke Indonesia. Investor asal China, Korea Selatan, hingga Jepang menyatakan minat besar untuk berinvestasi di dalam negeri.
Pada kesempatan sebelumnya, Bahlil Lahadalia Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebut dua perusahaan raksasa, Tesla dan BASF akan menanamkan modalnya di Indonesia. Investasi dari kedua perusahaan ini masuk ke sektor industri kendaraan listrik.
“Yang akan kami teken ini adalah BASF sama Tesla,” kata Bahlil dalam konferensi daring saat menyampaikan realisasi investasi nasional 2020, beberapa waktu lalu.
Tesla merupakan perusahaan otomotif berbasis listrik milik orang paling kaya di dunia, Elon Musk. Perusahaan ini memiliki kapitalisasi pasar hampir mendekati US$500 miliar
