
Mahasiswa KKN UNS Ajarkan Warga Jetis Kidul Olah Kakao Jadi Produk Inovatif
- Mahasiswa KKN Kelompok 190 UNS gelar pelatihan pengolahan biji kakao menjadi produk bernilai tambah bersama anggota PKK Desa Jetis Kidul, Kecamatan Arjosari, Kab. Pacitan.
Halo Berita
JETIS KIDUL, ARJOSARI, PACITAN — Mahasiswa Kerja Kuliah Nyata (KKN) Kelompok 190 Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar pelatihan pengolahan biji kakao menjadi produk bernilai tambah bersama anggota PKK Desa Jetis Kidul, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Minggu, 26 Juli 2026.
Kegiatan ini mengusung tema “Kakao berkarya” yang dilatarbelakangi oleh keberlanjutan dari program kerja sebelumnya yang merupakan pelatihan untuk kesuburan tanaman kakao dan kemudian dilanjutkan dengan pelatihan pengolahan buah kakao menjadi produk inovatif.
Dalam rangkaian kegiatan ini terdiri atas dua program kerja, yakni pemberdayaan ekonomi desa melalui inovasi produk bubuk kakao dan inovasi lilin aromaterapi berbasis limbah/olahan kakao sebagai upaya penguatan ekonomi masyarakat Desa Jetis Kidul.

BACA JUGA: Mahasiswa KKN UNS Latih Warga Jetis Kidul Buat BioProtek dan Pupuk Organik Cair
Selama ini masyarakat setempat belum memahami cara pengolahan kakao menjadi sebuah produk, umumnya hasil panen kakao langsung di jual dalam bentuk biji yang sudah dikeringkan dengan harga yang masih fluktuatif.
Sementara, kakao merupakan salah satu komoditas unggulan Desa Jetis Kidul. Dengan begitu, melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN mengupayakan untuk membantu masyarakat mengolah kakao menjadi produk yang lebih beragam sekaligus membuka peluang usaha baru.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua PKK dan dilanjut langsung dengan pemaparan materi sekaligus praktik membuat lilin aromaterapi yang mempunyai aroma kakao dengan memanfaatkan limbah kulit biji kakao yang kemudian diubah menjadi bubuk yang dijadikan sebagai aromaterapi.
“Selama keberlangsungan kegiatan, saya melihat Ibu-Ibu PKK yang sangat antusias mendengarkan, mempraktikan, sampai aktif bertanya mengenai proses pembuatannya.” ujar Belva selaku penanggung jawab program kerja.
Rangkaian kegiatan selanjutnya adalah penjelasan dan praktik pengolahan bubuk kakao menjadi selai coklat. Seluruh proses pembuatan dilakukan secara interaktif dengan melibatkan anggota PKK secara langsung dalam setiap tahapannya sampai setelah praktik hasil olahannya pun dibagikan kepada peserta untuk dinikmati bersama,
Sejalan dengan itu, Audy selaku penanggung jawab, berharap kegiatan ini agar terus dilanjutkan.
“Semoga ke depan kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut, sehingga ilmu yang sudah dibagikan dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat yang lebih luas lagi bagi masyarakat Desa Jetis Kidul.”ujarnya.
Dengan demikian, dari pelatihan ini menghasilkan lilin aromaterapi, bola-bola coklat, dan roti coklat yang dapat dinikmati langsung oleh Ibu-Ibu PKK.
