
Menteri PPPA Berharap Forum Anak Dapat Dibentuk Hingga ke Tingkat Kecamatan dan Desa
- Sebagai wadah bagi partisipasi anak, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati berharap Forum
Halo Berita
Sebagai wadah bagi partisipasi anak, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati berharap Forum Anak dapat dibentuk hingga ke tingkat kecamatan dan desa.
Hal ini disampaikan Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati dalam dialog virtual bersama Forum Anak dari wilayah Indonesia bagian tengah, Sabtu (17/04/2021).
“Hak partisipasi ini diharapkan dimanfaatkan sebaik-baiknya, anak-anak Indonesia tidak hanya sebagai penikmat pembangunan tetapi juga ikut berperan di dalam pembangunan itu sendiri. Kami berharap anak-anak di dalam Forum Anak Daerah-Kabupaten, terus menggelorakan pembentukan Forum Anak di tiap kecamatan maupun tiap desa. Selama ini partisipasi anak ditingkat kecamatan dan desa terbilang sangat kecil,” ujar Menteri Bintang dalam keterangan tertulis Senin (19/4/2021)
Bintang menambahkan pembentukan Forum Anak hingga tingkat kecamatan maupun desa tidak lepas dari pimpinan daerah. Oleh karena itu, Ia menghimbau agar pemimpin daerah dapat membentuk Forum Anak serta melibatkan mereka dalam proses pengambilan keputusan terkait pembangunan di daerah mereka masing-masing.
“Mudah-mudahan Forum Anak mendapat dukungan dari pimpinan daerahnya. Tidak hanya berhenti pada pembentukannya, tetapi keterlibatan anak-anak dalam Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) terutama Musrenbang kabupaten itu (mereka) diikut sertakan,” ujarnya
Sementara itu dalam dialog virtual Menteri Bintang bersama Forum Anak dari wilayah Indonesia bagian tengah, anak-anak juga membagikan aspirasi, inovasi, hingga kendala yang mereka temui dalam menjalankan perannya sebagai pelopor dan pelapor (2P) di daerah. Sejumlah isu penting yang juga sama disoroti yakni upaya pencegahan perkawinan anak, isu pekerja anak, rokok, bullying, dan stunting.
Salah satunya disampaikan oleh Berry anggota Forum Anak dari Lombok Barat. Ia mengungkapkan jika perkawinan usia anak marak terjadi selama masa pandemi. Meski ada pembatasan aktifitas secara langsung, Berry dan teman-temannya berinovasi melakukan sosialisasi dengan memanfaatkan teknologi melalui webinar dan video.
“Perkawinan usia anak juga sering terjadi di daerah kami, terutama selama pandemi ini. Upaya kami yaitu melakukan berbagai sosialisasi dan memasang poster di tempat wisata. Kami juga bekerja sama dengan LPA di daerah kami untuk melakukan webinar terkait perkawinan usia anak, karena kebanyakan orang tua maupun anak-anak belum tahu dampak perkawinan usia anak. Kami juga melakukan sosialisasi di media sosial melalui video,” tutur Berry.
Tidak hanya itu, hak anak atas identitas, pemerataan pendidikan, kesenjangan dan kendala pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat pandemi Covid-19, hingga kebutuhan ruang bermain ramah anak juga menjadi topik pembahasan lainnya.
Mendengar berbagai aspirasi dari anak-anak, Menteri Bintang memberikan apresiasi atas partisipasi anak-anak di forum anak yang telah menjalankan peran sebagai 2P (pelopor dan pelapor). Menteri Bintang juga mengingatkan agar anak-anak yang tergabung dalam Forum Anak dapat menjadi contoh bagi teman sebayanya.
“Ini luar biasa, ada yang menyampaikan masukan dan upaya yang sudah dilakukan ini bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak lainnya. Kalian yang sudah tergabung dalam Forum Anak dengan 2 peran pelopor dan pelapor memang harus menjadi contoh yang baik bagi teman-teman di lingkungan kalian masing-masing. Terkait berbagai permasalahan yang disampaikan, Kemen PPPA akan membicarakan isu tersebut dengan kementerian lembaga terkait untuk sama-sama dicarikan solusinya,” jelasnya.
