
Pimpinan Bawaslu RI, Lounching Buku Pilkada Pacitan dalam Pena, Catatan Penting PILKADA 2020
- Jejak literasi menjadi sangat penting dalam setiap peristiwa. Hal yang tidak kalah penting adalah berkaitan dengan pelaksanaan PILKADA Kabupaten Pacitan Desembe
Halo Berita
Jejak literasi menjadi sangat penting dalam setiap peristiwa. Hal yang tidak kalah penting adalah berkaitan dengan pelaksanaan PILKADA Kabupaten Pacitan Desember 2020 lalu, yang terangkum dalam buku Pilkada Pacitan dalam Pena yang diterbitkan oleh Bawaslu Kabupaten Pacitan.
Koordinator Divisi Hukum, Humas, Data dan Informasi Bawaslu RI, Fritz Edward Siregar, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap Bawaslu Pacitan atas inisiasi yang luar biasa terebut. Dalam kesempatan tersebut Pengawasan berperan penting bagi terciptanya pemilu yang jujur, adil, dan demokratis. Untuk mewujudkannya Bawaslu tak bisa bekerja sendiri. Keterlibatan masyarakat merupakan keniscayaan agar pengawasan lebih optimal.
"Tidak hanya melakukan pengawasan saja. Tetapi kita harus jelaskan apa itu pengawasan termasuk mengapa pengawasan partisipatif itu penting," tegas Ketua Bawaslu RI, Fritz Edward Siregar di kantor Bawaslu Pacitan, Minggu (11/4/2021) malam lalu.
Dicontohkan, selama ini salah satu momok dalam demokrasi adalah money politics. Larangan pun gencar digaungkan lengkap dengan ancaman pidananya. Hanya saja praktik tidak terpuji itu masih kerap mewarnai pesta demokrasi dengan segala bentuknya.
Menurut Fritz yang didampingi jajaran pimpinan Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Nur Elya Anggraini, Purnomo Satrio Pringgodigdo dan Kasubang Hukum, Humas, Dan Data Informasi, Lucia Martina Dewi Billem beserta jajaran staf, menyampaikan sudah saatnya perang terhadap politik uang dilakukan dengan pendekatan berbeda. Yakni memberikan pemahaman kepada masyarakat akan dampak buruk politik uang. Dengan begitu akan timbul kesadaran bersama untuk mengawasinya.
"Dalam hal ini kita tidak sekadar menampilkan kegiatan kita (pengawasan). Tetapi juga ikut melakukan pendidikan politik kepada masyarakat," tandasnya.
Seiring laju teknologi informasi yang merambah dunia, lembaga pengawas pemilu juga diminta eksis di dunia maya. Media sosial dapat dimanfaatkan untuk menjalin interaksi dengan masyarakat.
"Usahakan menjawab semua komentar. Jadi ada engagement di situ," ucap Fritz di depan jajaran Bawaslu Pacitan.
Berty Stefanus, Ketua Bawaslu Pacitan menyampaikan, "Semua kegiatan (pengawasan) terdokumentasikan di buku ini. Ini sekaligus bentuk tanggungjawab kami menyiapkan data jika masyarakat membutuhkannya," kata Berty menutup.
