7 Tips WhatsApp Web yang Perlu Diketahui
Halo Berita

Waspada! Ini 4 Cara Hacker Meretas dan Mengintip Chat WhatsApp

  • Jangan lengah, inilah beberapa trik hacker meretas akun WhatsApp kamu. Hati-hati!
Halo Berita
Redaksi Daerah

Redaksi Daerah

Author

JAKARTA — WhatsApp sekarang menjadi salah satu aplikasi perpesanan paling populer di dunia, termasuk di Indonesia. Meski begitu, ternyata WhatsApp juga rawan untuk diretas oleh hacker sehingga kamu harus mengetahui cara aman untuk mencegahnya.

Selain itu, sebagai platform pesan instan terpopuler, WhatsApp juga sering jadi target para peretas. Untuk itu, penting memahami bagaimana cara hacker membobol chat dan akun WhatsApp kamu, seperti berikut ini.

BACA JUGA: 8 Cara Cerdas Lindungi HP dari Pelacakan dan Peretasan, Awas Disadap!

Cara Hacker Meretas Akun WhatsApp

Instal Malware

Seperti yang dilansir dari Makeuseof, kadang-kadang peretas tidak perlu langsung membobol akun WhatsApp. Mereka hanya perlu menyisipkan malware atau program jahat ke perangkat yang kamu miliki agar bisa bekerja secara diam-diam.

Malware ini bisa mencuri pesan WhatsApp dengan berbagai metode, salah satunya melalui keylogger, atau suatu program yang bisa merekam semua yang kamu ketik di WA tanpa disadari. Jadi isi chat, username, sampai password bisa direkam oleh keylogger ini.

Ada juga malware yang bisa langsung mengambil isi percakapan WhatsApp lalu mengirimkannya ke peretas. Bahkan, beberapa virus bisa membajak fitur rekam layar ponsel untuk ikut merekam aktivitas pengguna.

Itu artinya saat kamu sedang membuka chat ketika malware aktif, peretas bisa melihat isi percakapan tersebut.

BACA JUGA: Kenali Modus Penipuan Phishing Mengintai Wajib Pajak, Awas!

Penipuan Pengalihan Panggilan atau Call Forwarding

Penipuan Pengalihan Panggilan atau Call Forwarding

Jika malware bekerja dengan memantau pesan, ada juga cara lain yang dilakukan hacker untuk mengambil alih akun WhatsApp secara langsung. Biasanya, mereka akan mencoba menipu korban agar memberikan akses untuk melewati sistem verifikasi dua langkah atau two-factor authentication (2FA).

Salah satu caranya adalah dengan mengalihkan kode verifikasi WA ke nomor milik peretas. Pelaku biasanya akan meminta kamu memasukkan kode tertentu yang dikenal bernama Man Machine Interface (MMI).

Kode ini sebenarnya dimanfaatkan pelaku untuk mengalihkan panggilan ke nomor lain. Biasanya, mereka akan berpura-pura meminta kamu menelepon seseorang, padahal nomor yang diberikan sebetulnya merupakan kode pengalihan.

Saat pengalihan aktif, hacker bisa masuk ke akun WA kamu dan meminta kode verifikasi lewat panggilan suara. Ketika WhatsApp menelepon kamu, panggilan tersebut justru dialihkan ke pelaku sehingga mereka bisa mendapatkan kode login.

BACA JUGA: 6 Pengaturan di WhatsApp yang Wajib Diaktifkan Agar Aman!

Menipu Korban Agar Mau Memberikan Kode Verifikasi

Menipu Korban Agar Mau Memberikan Kode Verifikasi

Hacker bisa mendapat kode verifikasi 2FA dengan cara meminta langsung kepada korban. Mereka biasanya akan berbohong dan mengatakan bahwa kode tersebut digunakan untuk hal lain.

Kemudian, hacker akan menargetkan kode verifikasi enam digit yang dikirim WhatsApp lewat SMS. Pelaku akan menghubungi kamu dan meyakinkan bahwa kode tersebut diperlukan untuk keperluan tertentu lalu memintamu untuk memberikannya.

BACA JUGA: Cara Hentikan Nomor Tak Dikenal Mention Anda di Status WA

QR Code WhatsApp Web Palsu

QR Code WhatsApp Web Palsu

Ketika kamu menggunakan WhatsApp Web, kamu harus memindai QR code melalui ponsel terlebih dahulu. Namun, sekarang hacker bisa jadi membuat situs WhatsApp Web palsu yang justru menampilkan QR code palsu dan berbahaya.

Ketika kamu memindai atau scan QR code tersebut, akun WA-mu bisa langsung diakses oleh hacker. Selain itu, tampilan situs palsu ini bisa jadi sangat mirip dengan WhatsApp Web asli sehingga banyak korban yang tidak sadar telah menyerahkan akses akun WA.

BACA JUGA: Cara Mudah Kembalikan Chat WhatsApp yang Terhapus

Itu tadi beberapa trik hacker meretas akun WhatsApp kamu. Hati-hati!

Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh pada 18 Mei 2026