Berburu Kerang di Pantai Srau, Kebiasaan Masyarakat di Tengah Pandemi

Halo Wisata 29 Jun 2020, By Peri
Berburu Kerang di Pantai Srau, Kebiasaan Masyarakat di Tengah Pandemi (halopacitan/peri)

Ada kebiasaan baru masyarakat sekitar Pantai Srau, yaitu mencari kerang untuk konsumsi sehari-hari. Di tengah pandemi COVID-19 yang justru semakin hari semakin meroket di Pacitan, berimbas tertundanya pembukaan objek wisata di Pacitan. Hal ini sangatlah berpengaruh pada kehidupan perekomian para pelaku wisata bahkan masyarakat sekitar Pantai Srau.

Pantai Srau merupakan salah satu tempat wisata yang ada di Kabupaten Pacitan, terletak di Desa Candi, Kecamatan Pringkuku. Berbagai macam keindahan alam yang ada di Pantai Srau seperti pasirnya yang  berwarna putih, juga indahnya sunset di sore hari.  

Namun selain keindahan tersebut, ketika air laut surut ternyata bisa memberikan manfaat bagi warga sekitar, untuk mencari kerang. Seperti yang dilakukan oleh Suparni salah satu warga Desa Candi  yang memanfaatkan waktu air laut surut, dengan mencari kerang yang digunakan untuk  keperluan keluarganya.

“Alhamdulillah, kalau air surut begini bisa mencari kerang, lumayan untuk dimakan”, ujar Suparni pencari kerang kepada halopacitan, Minggu (28/6/2020)

Lebih lanjut Suparni mengatakan, “Biasanya air laut surut pada sore hari. Berkah bagi kami hampir setiap waktu air laut surut digunakan untuk mencari kerang. Selain untuk dikonsumsi  tetapi cangkangnya juga bisa dijadikan hiasan untuk mainan. Jenis kerangnya banyak, tapi ini kerang mata lembu yang enak dikonsumsi”.

Kerang sendiri  dipercaya banyak manfaatnya seperti dilansir dari laman hellosehat.com  beberapa manfaat kerang untuk kesehatan diantaranya: a) mengatasi anemia, b)menjaga kesehatan jantung, c) membentuk dan merawat otot, dan d) menjaga fungsi sistem saraf.

Wawan salah satu warga sekitar Pantai Srau yang juga ditemui halopacitan mengatakan, “Alhamdulillah masih ada kerang. Keluarga di rumah sangat menyukai ini. Biasanya dibuat masakan tumisan pedas. Setiap hari tidak tentu dapatnya, kadang dapat banyak, biasanya 1 ember sudah lumayan kadang juga tidak sampai segitu”, pungkas Wawan

undefined

SP