Bertahan di Madya, Pacitan Kembali Raih Penghargaan Kota Layak Anak 2021

SP - Jumat, 30 Juli 2021 05:29 WIB
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Bintang Puspayoga, saat acara pembukaan penghargaan kabupaten/kota layak anak secara virtual, Kamis 29 Juni 2021 (sumber: halo pacitan/Rahmad DS)

Kamis, 29 Juli, di ruang ViCon Bupati Pacitan, Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Kepala Dinas KB PPPA, Kadisdik, Kepala Bapeda, perwakilan dunia usaha, perguruan tinggi, media, dan sejumlah unsur ikut menyaksikan penghargaan kabupaten/Kota Layak Anak tahun 2021. 

Kegiatan yang dibuka oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia,  Bintang Puspayoga, tersebut berlangsung mulai pukul 09.00-11.00. Dalam kesempatan tersebut Menteri  Bintang mengajak untuk selalu mematuhi protokol kesehatan, untuk memutus mata rantai penularan dan terutama melindungi anak-anak kita. Selain itu, Beliau juga mengajak untuk mensukseskan gerakan vaksinasi.  

Pada kesempatan tersebut Menteri Permberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak juga menyampaikan, “Dalam rangka mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing seperti yang ditagertkan dalam RPJMN 2020-2024 untuk melindungi anak-anak kita karena anak-anak mengisi 1/3 dari populasi Indonesia”.

Disampaikan pula oleh Menteri Bintang bahwa Kabupaten Kota Layak Anak merupakan sistem pembangunan berbasisi hak anak. Terjadi peningkatan Kabupaten/Kota Layak Anak pada tahun  2021 yaitu menjadi 275 dari 249 kabupaten/kota pada tahun 2019.

Usai kegiatan tersebut, Dr. Sri Pamungkas, sebagai salah satu tim Pacitan Kota Layak Anak (KLA) menyampaikan pada halopacitan (29/06), “Terdapat empat hak dasar pada anak-anak, yaitu  (1) hak untuk hidup; (2) tumbuh kembang; (3)  mendapatkan perlindungan   (4) partisipasi. Oleh karena itu dalam hal kita berbicara pembangunan atau apa pun itu jangan lupa ada anak-anak yang juga perlu diperhatikan. Komitmen berbagai pihak termasuk lintas sektoral menjadi hal yang sangat esensial”, ungkap dosen STKIP PGRI Pacitan tersebut.

“Alhamdulillah meskipun di tengah pandemi COVID-19 kita masih bisa bertahan di tingkat madya. Tentu ini menjadi tantangan dan ke depan harus lebih baik dan lebih baik lagi. Catatan tim evaluasi serta harapan-harapan anak yang disampaikan melalui farum anak kemarin harus menjadi dasar pijakan dan strategi ke depan agar lebih maksimal dan optimal, sehingga capaian adanya forum anak sampai di tingkat desa bisa terwujud, dan Pacitan bisa naik peringkat di tahun yang akan datang.  Anak-anak merupakan aset bangsa sehingga hak-hal dasar mereka harus tercukupi dengan baik. Dengan demikian harapan untuk Indonesia Layak Anak tahun 2030 dan Indonesia Emas tahun 2045 dapat tercapai”, pungkas Doktor jebolan Universitas Sebelas Maret tersebut mengakhiri. 

RELATED NEWS