Darah Keturunan Pacitan, Mengalir pada Fandi Ahmad, Pelatih Timnas Singapura

Halo Berita 2 Des 2019, By H. Yusuf Evendi
Darah Keturunan Pacitan, Mengalir pada Fandi Ahmad, Pelatih Timnas Singapura (halopacitan/istimewa)

Pembawaannya yang cukup dingin saat mendampingi anak asuhnya saat bertanding. Itulah Fandi Ahmad pria kelahiran Singapura 29 Mei 1962 yang merupakan salah satu legenda sepak bola Singapura. Saat ini Fandi Ahmad dipercaya untuk menangangi timnas u-22 Singapura pada ajang Sea Games 2019 di Filipina. Beberapa hari yang lalu tepatnya Kamis 28 November 2019 dirinya terlihat mendamping anak asuhnya bertanding melawan timnas Indonesia U-22. Walaupun mendapatkan hasil yang kurang memuaskan karena timnya kalah 2-0 dari timnas Indonesia U-22 tetapi ia tetap sportif  dan ramah dengan menyalami semua pemain, pelatih dan official timnas Indonesia U-22 usai pertandingan. Tak banyak yang tahu sisi lain seorang Fandi Ahmad, Pria berusia 57 Tahun yang saat ini menangani timnas Singapura di Sea Games 2019 ini ternyata memiliki darah keturunan Pacitan Jawa Timur.

Dikutip dari antaranews.com, mantan pemain klub kompetisi gabungan liga utama (Galatama) Niac Mitra Surabaya di era 1982-1983 itu mengaku seumur hidupnya tak akan melupakan persebakbolaan Indonesia. Sebab di Indonesia pula karier sepakbola Fandi Ahmad mulai menanjak. Ia juga mengakui bahwa kebetulan kakek dan neneknya berasal dari Pacitan dan pernah pada suatu waktu, saat dirinya Ia masih bermain bersama Niac Mitra  Surabaynya dirinya pernah berkunjung ke Pacitan Jawa Timur.

“Indonesia berjasa melegendakan nama saya, tapi lebih dari itu kebetulan kakek dan nenek saya orang Pacitan. Dulu ketika masih bermain di Niac Mitra saya pernah berkunjung kesana” Ucapnya

Fandi Ahmad pun menambahkan bahwa ketika dulu mendapatkan tawaran untuk melatih Pelita Jaya (2007), Dirinya langsung menyambut dengan suka cita karena cintanya dengan Indonesia serta dirinya bisa dekat dengan kota kelahiran kakek dan neneknya tersebut.

 “Makanya ketika mendapatkan tawaran dari Pelita Jaya langsung saya sambut dengan suka cita sebab saya cinta Indonesia dan bisa dekat dengan kota kelahiran kakek nenek saya”, ujar pria yang rela meninggalkan klub Air Force yang sebelumnya ditanganinya.

Dilansir dari  lndonesia.blogspot.com, Fandi Ahmad memulai perjalanan karir sepakbolanya dari tim King Of Tigers, hingga selanjutnya pada tahun 1982 memilih untuk bergabung dengan tim asal Indonesia Niac Mitra Surabaya walaupun sebelumya sudah ditawari kontrak yang cukup besar dari Tim Papan Atas belanda Ajax Amsterdam. Bersama Niac Mitra Surabaya Fandi Ahmad berhasil menyumbang 13 gol dan berkat prestasinya itu berhasil membawa Niac Mitra menjadi Juara Galatama. Fandi Ahmad dan David Lee (pemainingapura) diangkat menjadi warga kehormatan Surabaya. Selain itu  Fandi Ahmad merupakan pemain andalan timnas Singapura pada masanya sebagai salah satu pemegang cap terbanyak.

Melihat pengakuan seorang Fandi Ahmad yang memiliki segudang prestasi tentang adanya darah keturunan Pacitan yang mengalir pada dirinya, maka sudah seharusnya warga Pacitan bangga dengan Pacitan, karena dari daerah inilah telah melahirkan banyak tokoh nasional bahkan internasional yang terbukti membawa perubahan dan melegenda.

undefined

SP