Hai Pasangan Muda, Yuk Beli Properti! Mumpung Pasokan Melimpah

Halo Berita 1 Des 2020, By Rahmat DS
Hai Pasangan Muda, Yuk Beli Properti! Mumpung Pasokan Melimpah (halopacitan/istimewa)

Data Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) menyatakan indeks suplai properti berada pada angka 144,7 atau meningkat sebesar 10% dari kuartal sebelumnya dan 25% secara tahunan. Itu artinya, indeks suplai properti meningkat pada kuartal III-2020 seiring dengan optimisme pelaku usaha atas perbaikan ekonomi nasional.

Country Manager Rumah.com Marine Novita menjelaskan suplai properti menunjukkan perbaikan pada kuartal kedua dan ketiga tahun ini sekaligus tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Marine menyebutkan peningkatan indeks suplai properti yang drastis ini menjadi keuntungan bagi konsumen. Sebab, kondisi pasar properti saat ini mengalami siklus buyer’s market, atau saat jumlah penawaran lebih tinggi daripada permintaan.

Dalam situasi demikian, konsumen punya kesempatan untuk memilih properti yang diinginkan karena banyaknya produk yang tersedia. Konsumen juga memiliki ruang yang lebih leluasa untuk menentukan harga properti yang cocok dari persaingan para penjual karena kenaikan harga properti juga akan melambat.

“Keputusan membeli properti di saat buyer’s market seperti ini sangat tepat diambil. Khususnya bagi pasangan muda,” kata Marine dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa, 1 Desember 2020.

Marine menyatakan data RIPMI ini memiliki akurasi yang cukup tinggi untuk mengetahui dinamika yang terjadi di pasar properti di Indonesia, karena merupakan hasil analisis dari 400.000 listing properti dijual dan disewa dari seluruh Indonesia.

Adapun suplai properti residensial terbesar berdasarkan data Rumah.com datang dari DKI Jakarta, yakni sebesar 32% dari total suplai nasional. Sementara itu, Jawa Barat menyumbang suplai sebesar 28%, diikuti Banten (17%), dan Jawa Timur (14%). RIPMI-S untuk Banten berada pada angka 144,5 pada kuartal ketiga tahun ini, mengalami kenaikan sebesar 11% (QoQ).

RIPMI-S DKI Jakarta berada pada angka 140,1 dengan kenaikan sebesar 5,2% (QoQ). Peningkatan suplai terbesar terjadi di Jawa Barat yakni sebesar 12,2% (QoQ). RIPMI-S Jawa Barat berada pada angka 140,9.

 

undefined

SP