Keren, 10 Proposal Film Pendek Ini Segera Diproduksi dan Berkesempatan Ikut Seleksi Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF)

Rahmat Deny - Kamis, 16 September 2021 21:11 WIB
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Perfilman, Musik, dan Media Baru, Direktorat Jenderal Kebudayaan siap memproduksi sepuluh proposal film pendek yang terpilih dalam ajang Kompetisi Produksi Film Tahun 2021. (sumber: Facebook Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI)

Sepuluh proposal film pendek yang terpilih dalam ajang Kompetisi Produksi Film Tahun 2021 akan segera diproduksi dan akan mendapatkan kesempatan khusus mengikuti proses seleksi pada ajang JAFF yang akan diselenggarakan pada bulan November mendatang.

 

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Perfilman, Musik, dan Media Baru, Direktorat Jenderal Kebudayaan siap memproduksi sepuluh proposal film pendek yang terpilih dalam ajang Kompetisi Produksi Film Tahun 2021. 

 

Direktur Perfilman, Musik, dan Media Baru, Ahmad Mahendra, dalam acara Ngobrol Santai (Ngobras) Apresiasi 10 Proposal Film yang digelar secara virtual, Rabu (15/9) lalu menyampaikan  bahwa sepuluh proposal yang terpilih akan mendapatkan kesempatan produksi film yang difasilitasi Kemendikbudristek, dan nantinya akan ditayangkan pada kanal Indonesiana TV.

 

“Kita memang sedang mengakumulasi produksi konten-konten yang akan tayang di dalam kanal Indonesiana TV,” kata Mahendra pada siaran pers tertulis kemendikbudristek yang dirilis pada Kamis (16/9/2021)

 

Seperti diketahui, Kompetisi Produksi (Kompro) Film Tahun 2021 ini diselenggarakan untuk meningkatkan ketersediaan film pendek berkualitas yang mampu menanamkan pendidikan karakter, nilai budaya, dan kearifan lokal. Adapun Tema dari Kompro Film tahun 2021 adalah “Dinamika Kebudayaan Indonesia” sebagai upaya pelestarian nilai-nilai budaya dan kearifan lokal melalui film pendek. 

 

Ifa Ifansyah, tim kurator sekaligus Direktur Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) mendukung apa yang disampaikan oleh Mahendra, bahwa film-film hasil kegiatan Kompro 2021 akan mendapatkan kesempatan khusus mengikuti proses seleksi pada ajang JAFF yang akan diselenggarakan pada bulan November mendatang. 

 

“Jika memang layak, kenapa tidak kita ikutkan dalam JAFF,” ujarnya dengan optimis.


Ia juga berharap, dari sepuluh proposal yang terpilih dan dibuat film, nantinya dapat memberikan keuntungan bagi semua pihak yaitu pembuat film, Kemendikbudristek, juri, dan kurator. 

 

“Semoga nanti semuanya bisa diuntungkan dari program yang dibuat dan sukses,” harapnya.


Sementara itu, Gunawan Maryanto, Penulis yang menjadi juri dalam Kompro Film 2021 menjelaskan bahwa banyak peserta terjebak pada makna kebudayaan yang diartikan hanya seni dan adat istiadat. Menurutnya, makna kebudayaan sangat luas dan selalu dinamis. Dalam menyusun proposal, menurut Gunawan, yang paling dilihat adalah bagaimana para sineas mampu membaca situasi sesuai tema, yaitu dinamika kebudayaan Indonesia.


Kompro Film Pendek Tahun 2021 dilaksanakan melalui dua tahap, yaitu tahap pertama yang dimulai pada bulan April sampai Agustus 2021, sedangkan tahap kedua berlangsung sejak awal September hingga November 2021. Pada tahap satu, terdapat 352 proposal film dari 29 provinsi seluruh Indonesia mengikuti seleksi dengan hasil 10 proposal yang terpilih.


Sepuluh judul proposal yang terpilih adalah sebagai berikut.
•    Ade: Ride To Nowhere, produksi Hore Production, Makassar;
•    Culas, produksi  Goodwork, Jakarta;
•    Gang Permai 2, produksi Historia Kreator, Pontianak;
•    Ibu Ora Sare, produksi Lab 162, Yogyakarta;
•    Jiwo, produksi Catchlight Pictures Indonesia, Yogyakarta;
•    Kabar Dari Kubur, produksi Kinovia X Childhood Gang, Tangerang;
•    Membicarakan Kejujuran Diana, produksi Kembang Layar Indonesia, Jakarta;
•    Pasukan Semut produksi Gertak Film, Pontianak;
•    Radio Pakcik Mahmud produksi Zettamind Studios, Pekan Baru; dan
•    Rasa (H), produksi Kembang Gula, Solo.

RELATED NEWS