Kue Bajingan Pacitan, Disukai Segala Usia

Halo Kuliner 9 Agt 2020, By Rahmat DS
Kue Bajingan Pacitan, Disukai Segala Usia (halopacitan/istimewa)

Kue bajingan merupakan perpaduan antara singkong (ketela pohon) dan gula merah.Tekstur yang lembut, gurih dan manis ini disukai segala usia.

Pacitan dikenal sebagai salah satu penghasil ketela pohon yang terkenal empuk. Masyarakat pun terus berinovasi untuk membuat camilan berbahan dasar ketela, mulai keripik singkong, kolak, jemblem, utri, gethuk, dan yang unik adalah kue bajingan.

Ketika seseorang mengucapkan kata bajingan, bagi orang Jawa tentu berorientasi negatif karena khususnya bagi orang Pacitan kosa kata tersebut mengandung makna kasar, makna yang biasanya digunakan sebagai julukan orang yang berbuat jahat atau kurang sopan. Di lain sisi ada pula masyarakat Pacitan yang menyebutnya sebagai putri gunung.

Rini, salah satu warga Pacitan, menyampaikan, “Kue bajingan paling disukai keluarganya, sehingga setiap kali beli ketela atau dikasih tetangga pasti saya olah jadi kue bajingan. Caranya sangat mudah dan sederhana. Ketela pohon (singkong) dikupas dan cuci bersih. Air dididihkan, masukkan ketela. Setelah teksturnya mulai empuk ditambahkan gula merah, ditambah, garam, daun padan, daun salam. Setelah mengental, singkong dimasukkan, tunggu hingga gula merata, dan setelah itu angkat”, imbuhnya.

“Ada pula yang membuatnya dengan cara berbeda. Ketela pohon atau singkong direbus sampai empuk. Di bagian lain merebus air dan gula merah dimasukkan. Setelah siap, singkong yang telah empuk dimasukkan ke dalam gula merah cair. Tunggu hingga mengental dan kue bajingan sudah siap disantap”, tutur wanita 38 tahun tersebut pada halopacitan, Minggu (09/08/2020).

“Kue berbahan dasar ketela ini sangat lembut dan manis. Itung-itung cara berhemat di tengah pandemi COVID-19. Ini menjadi alternatif camilan yang mengenyangkan”, pungkasnya.

undefined

SP