Lebih Mudah Memukul Kentongan daripada Melawan Penjajah

Halo Berita 17 Agt 2019, By Tomi Herlambang
Lebih Mudah Memukul Kentongan daripada Melawan Penjajah (Halopacitan/Tomi Herlambang)

Halopacitan, Arjosari—Berbagai cara dilakukan warga untuk mengengang detik-detik proklamasi kemerdekaan Indonesia. Berbagai alat yang mengeluarkan suara digunakan, termasuk yang tradisional seperti kentongan.

Tukimin (50), warga Rt 03 Rw 08, Sinoman Desa Jatimalang salah satu penabuh kentongan mengaku sudah dari kecil ikut ambil bagian dalam membunyikan alat tersebut. Berdasarkan pengakuannya dari dulu tidak ada yang memerintahnya untuk memukul alat tersebut. "Dulu hanya ikut-ikutan warga dan orangtua saya," akunya.

Tukimin yang semenjak berkeluarga bermata pencaharian sebagai peternak dan pencari pasir tersebut harus merelakan tidak berangkat kerja ke sungai hanya untuk membunyikan kentongan  setiap pukul 10.00 wib pada setiap tanggal 17 Agustus.

Tukimin sebenarnya juga tidak paham atas apa yang ia lakukan, hanya saja berdasar penjelasan dari kakeknya, apa yang ia kerjakan turun temurun tersebut adalah perkara yang sepele namun penuh makna. "Simbah saya dulu bilang lebih mudah memukul kentongan daripada merebut kemerdekaan, harus melawan Belanda," ucapnya. "intinya memperingati perjuangan meraih kemerdekaan," sambungnya.

Warga Sinoman yang lain Sarno, juga mengaku setia memukul kentongan saat detik-detik proklamasi dan hal itu juga sudah ia lakukan dari saat ia masih kecil. "Waktu kecil belum paham apa-apa, hanya ikut-ikutan yang penting senang," ucapnya.

Sarno juga mengisahkan bahwa dahulu pada saat peringatan kemerdekaan suara kentongan juga banyak desa.

undefined

AZ