IMG-LOGO
Home Halo Wisata Menyusur Kali Cokel,...

Menyusur Kali Cokel, Sejenak Meninggalkan Hiruk Pikuk Peradaban

Tomi Herlambang - Jumat, 5 Juli 2019 pukul 19.37
Kali Cokel Pacitan Kali Cokel Pacitan (sumber: Halopacitan/Tomi Herlambang)

Halopacitan, Pringkuku— Kali atau Sungai Cokel yang bermuara di antara Pantai Ngalian dan Pantai Bercak di kawasan wisata Watu Karung Desa Watu Karung Kecamatan Pringkuku menghadirkan pesona dan sensasi tersendiri. Tidak percaya, silahkan menyusurinya. Bersumber dari aliran sungai bawah tanah di Luweng Jaran, salah satu goa vertikal di Pacitan, air Kali Cokel jernih dan bersih. Debit air juga cukup besar dan selalu mengalir sepanjang tahun.

Walaupun Kali Cokel sendiri hanya memiliki panjang kurang dari 4 km namun sungai tersebut memiliki bentang lumayan lebar, yaitu antara 12 hingga 30 meter. "Semakin ke muara semakin lebar," jelas Dian, salah satu penjaga tiket perahu di Kali Cokel. Kalau ingin ke mata air Kali Cokel juga bisa, dari sini jalan kaki menembus hutan kurang lebih 3 kilometer," lanjut pemuda itu seraya menunjuk hutan diseberang sungai.

Sungai Cokel memang telah dikembangkan menjadi destinasi wisata alam yang cukup menarik dan menambah pilihan bagi Anda yang berwisata ke Kota Seribu Satu Goa tersebut. Pengelola menyediakan beberapa perahu yang bisa digunakan pengunjung untuk menyusuri sungai tersebut.

Tiket naik perahu pun terhitung murah yani Rp20.000 untuk dewasa dan Rp10.000 untuk anak-anak. Sekali jalan, minimal harus ada dua penumpang dan kapasitas maksimal perahu 6 penumpang.

Sedangkan jarak yang ditempuh sekitar 3 kilometer pulang-pergi. "Saat musim penghujan atau pas debit air tinggi wisatawan bisa dibawa hingga menyusuri Pantai Ngalian. Namun saat ini ketinggian air turun hampir 1,5 meter, perahu tidak berani ke muara takut mesinnya menabrak karang," jelasnya.

Saat menyusuri Kali Cokel pengunjung seolah dibawa meninggalkan peradaban yang saat ini cenderung hiruk pikuk. Pengunjung akan masuk pada ketenangan alam dengan air tenang dan bersih, deretan kebun kelapa dan hutan tropis yang masih perawan di sisi sungai serta suara kumbang hutan dan kicauan burung sering terdengar bersahutan .

“Seperti film Indiana Jones atau Tombs Raider ya, saya membayangkan menjadi petualang di hutan," ucap Hendrawan, salah satu wisatawan dari Jakarta yang datang sekeluarga Sabtu (06/07/2019).

"Tadi asyik juga saat kapal berbelok ditikungan dengan sedikit cepat, miring-miring gitu. Anak istri sampai teriak-teriak!" Jelas lelaki yang mengaku bekerja di bidang konveksi tersebut sembari tertawa. "Asyik banget saat menikung tadi, saya gemetar juga sebenarnya," serunya.

Hendrawan mengaku baru sekali ini berwisata ke Pacitan, ia berencana berlibur selama tiga hari. "Sudah pesan penginapan di Kota tadi. Kami baru tahu Pacitan obyek wisatanya bagus-bagus, anak-anak yang mengajak ke Pacitan," jelasnya.

"Setelah tadi pagi dijelaskan petugas hotel, sepertinya tiga hari kurang lama," lanjut bapak tiga 3 anak itu sembari tertawa.

Salah seorang driver perahu di Kali Cokel, Purwadi menerangkan bahwa kondisi Kali Cokel sangat aman untuk perahu bermanuver. Arus yang tenang, dasar sungai yang tidak terlalu dalam dan tidak banyak bebatuan di tengah sungai menjadi alasan. "Selain itu, drivernya semua sudah pengalaman. Rata-rata adalah nelayan laut selatan yang biasa menantang ombak ganas di laut," jelasnya.

Meskipun demikian, ia juga menghimbau para wisatawan untuk mematuhi himbauan para pengemudi saat diatas kapal agar tetap aman. "Alhamdulillah, dua tahun saya menjadi driver di sini belum ada kecelakaan, kalau wisatawan tercebur saat bemain ayunan di atas sungai ada tetapi tidak perlu khawatir, airnya tidak dalam kok," jelasnya seraya terkekeh.