Olahan Daun Ubi Jalar, Pilihan Tepat, Murah dan Bergizi Tinggi di Tengah Covid-19

Halo Kuliner 29 Mar 2020, By Rahmat DS
Olahan Daun Ubi Jalar, Pilihan Tepat, Murah dan Bergizi Tinggi di Tengah Covid-19 (halopacitan/istimewa)

Menjaga imunitas tubuh di tengah covid-19 menjadi hal yang harus terus dilakukan. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah mengkonsumsi, makanan bergizi lengkap dengan sayur dan buah. Sayuran dan buah merupakan sumber alami penghasil vitamin dan nutrisi bagi tubuh.

Daun ubi jalar, atau orang Jawa khususnya di Pacitan orang seringkali menyebutnya sebagai daun ketela rambat, adalah tumbuhan yang sangat mudah tumbuh. Hanya dengan menancapkan batangnya kembali dalam dua minggu sudah akan menghijau dan tumbuh subur apalagi di musim penghujan seperti ini.

Tumbuhan ini  dalam bahasa Inggris disebut sebagai sweet potato, ternyata mempunya banyak manfaat. Dilansir dari doktersehat.com, daun ubi jalar mengandung beberapa zat gizi yang sangat penting bagi tubuh.  Zat gizi makro yang terdapat di dalam daun ubi jalar adalah karbohidrat, protein, dan lemak. Kandungan karbohidrat dan protein yang dikandung oleh daun ubi jalar cukup tinggi, sedangkan kandungan lemak cukup rendah. Daun ubi jalar mengandung lemak tak jenuh yang rendah. Di samping itu, kandungan kolesterol juga sangat rendah di dalam daun ubi jalar. Daun ubi jalar memiliki banyak kandungan niasin, kalsium, zat besi, lutein, dan xantin.

Beberapa zat gizi yang dikandung oleh daun ubi jalar dalam konsentrasi tinggi, di antaranya adalah serat makanan, vitamin A, vitamin C, tiamin, riboflavin, vitamin B6, folat, magnesium, fosfor, mangan, dan potasium.

Segudang kandungan zat gizi dan vitamin dalam ubi jalar tersebut pasti mempunyai manfaat luar biasa bagi tubuh, diantaranya, (1) mengatasai masalah peradangan; (2) menjaga kesehatan jantung; (3) mencegah penuaan dini; (4) mengatasi pencernaan; (5) menurunkan kadar gula darah; (6) meningkatkan sistem kekebalan tubuh; (7) mengobati jerawat; (8) mencegah kerusakan lensa mata.

Bagi masyarakat Pacitan, daun ketela rambat biasanya disajikan sebagai bahan dasar sayur bening bumbu kencur dengan kombinasi wortel, ada juga yang dibuatnya untuk pecel, dan yang lebih spesifik adalah dimakan dengan sambal khas, brambang asem.

“Ini menu faforit keluarga kami. Kebetulan kami menanam di belakang rumah, sehingga siapa pun bisa memetiknya. Apalagi di musim pandemic begini lebih baik memanfaatkan apa yang ada di sekitar kita. Ini sayuran andalan kami, selain daun kenikir, daun katu, daun ketela, daun papaya, daun kelor yang kebetulan ada di belakang rumah”, ungkap Yuni salah satu warga Pacitan.

“Yang paling disukai keluarga kami, daun ketela rambat dikombinasi dengan sambal brambang asem. Cara buatnya mudah, cabai, asem, garam, bawang merah utuh digoreng, ditambahkan sedikit trasi, gula merah, dihaluskan, selesai. Nikmatnya luar biasa”, ujarnya menutup.

undefined

SP