IMG-LOGO
Home Halo Berita Ratusan Anak Muda Pa...

Ratusan Anak Muda Pacitan Serbu Job Fair

Tomi Herlambang - Rabu, 10 Juli 2019 pukul 10.48
Peserta Job Fair Peserta Job Fair (sumber: Halopacitan/Tomi Herlambang)

Halopacitan,Pacitan— Ratusan orang yang didominasi wajah-wajah muda terlihat berlalu-lalang di depan gedung PLUT yang berada di sebelah timur perempatan Penceng Kota Pacitan. Mereka adalah para pencari kerja yang mencoba mengadu nasib di ajang Job Fair '98.

Diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UM di halaman  gedung yang menjadi kantor Dinas Koperasi Dan UM Kabupaten Pacitan tersebut job fair tahun ini menggandeng 30 perusahaan pencari tenaga kerja.

“Hari ini ramai, dari data sudah ada 500 lebih calon tenaga kerja yang datang, padahal ini baru pukul 10.30 WIB," kata Santosa salah satu panitia penyelenggara Kamis (10/07/2019).

Santosa berharap dengan ajang seperti ini masyarakat, khususnya pencari kerja, dapat memanfaatkan kesempatan untuk memperoleh pekerjaan sesuai bidang dan keahliannya masing-masing. "Acara ini kami selenggarakan dua hari, hari ini dan besok. Silahkan bagi masyarakat yang ingin mencari pekerjaan silahkan datang dan memilih," ucap salah satu pegawai di Dinas Koperasi dan UM tersebut.

Dari pengamatan Halopacitan, hampir semua loket-loket perusahaan pencari kerja penuh oleh pengunjung. Wulan, salah seorang pengunjung nampak serius membaca brosur yang disediakan perusahaan. Wanita warga Kelurahan Sidoharjo Kecamatan Pacitan itu mengaku datang untuk mencari pekerjaan. "Dapat info dari medsos, jadi saya langsung datang ke sini mumpung dekat dan bisa memilih," ucapnya.

Wulan yang berusia 22 tahun dan hanya lulus pendidikan SLTP tersebut mengaku tertarik dengan penawaran pekerjaan dari perusahaan garment. "Ada dua, satu di Kabupaten Sidoharjo dan satunya lagi di Kabupaten Wonogiri. Ini masih menimbang-nimbang mau ambil yang mana," kata ibu satu anak itu.

Terlepas dari kebingungan dalam menentukan pilihan, ia mengaku bersyukur karena di masih ada perusahaan yang menerima karyawan dengan tingkat pendidikan yang ia miliki. "Saya sudah mencari-cari pekerjaan sebelumnya. Rata-rata yang dibutuhkan pendidikan minimal SLTA, susah jika hanya lulus SLTP. Beruntung tadi ada yang membutuhkan," tambah wanita yang sempat merantau ke Kota Tanjung Pinang tersebut.

Lain Wulan, lain pula yang disampaikan  Dian. Salah satu pencari kerja lain yang mencari pekerjaan sebagai admin tersebut mengaku agak susah memperoleh peluang kerja. "Untuk bidang administrasi walaupun penawaran banyak, pesaingnya juga banyak. Semoga nanti lolos administrasi," ucap wanita yang berijazah setara SLTA itu setengah berharap.

Dian yang berasal dari Desa Mentoro itu mengaku sudah beberapa kali mencoba melamar pekerjaan di berbagai kota, namun hingga saat ini belum juga diterima. Dengan adanya job fair seperti ini ia mengaku sangat terbantu untuk memperoleh pekerjaan. "Tidak harus keluar kota, jadi irit dan bisa mencoba peruntungan dengan mendaftar di beberapa perusahaan sekaligus," katanya.

 

Kepala Bidang Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Pacitan Wicaksana mengutarakan bahwa even Job fair seperti ini adalah salah satu bentuk peran pemerintah dalam menjembatani antara swasta dan tenaga kerja. Dari keterangannya ada 30 perusahaan yang saat ini hadir dan membuka lowongan untuk masyarakat Pacitan, yang dibagi 20 perusahaan untuk lowongan di dalam negeri dan 10 perusahaan lainnya membuka lowongan di luar negeri.

Wicaksana juga menyampaikan walaupun saat ini baru ada 30 perusahaan yang mengikuti ajang job fair di Pacitan namun ia berharap banyak masyarakat pencari kerja di Pacitan yang akan tertampung.

Melihat animo masyarakat yang hadir saat ini, Wicaksana berharap acara seperti ini dapat rutin digelar dan dalam kapasitas yang lebih besar hal ini juga melihat tingginya angka pencari kerja di Pacitan. "Kami hitung saja lulusan SLTA dan sederajat setiap tahun  rata-rata 2.000 hingga 2.500 orang, dari jumlah itu hanya 20% yang melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, selebihnya mencari pekerjaan," jelas Wicaksan. Namun dia mengakui untuk menggelar acara job fair seperti ini kembali yang menjadi kendala adalah anggaran.