Rindu Berwisata, Borobudur Tawarkan Kuliner Lembah Merapi Hingga Desa Wisata ‘Instagramable’

Halo Wisata 21 Okt 2020, By Rahmat DS
Rindu Berwisata, Borobudur Tawarkan Kuliner Lembah Merapi Hingga Desa Wisata ‘Instagramable’ (halopacitan/istimewa)

Sejumlah objek wisata termasuk Candi Borobudur mulai dibuka lagi setelah kurang lebih enam bulan ditutup. Candi yang terletak di Kabupaten Magelang ini rupanya membawa magnet tersendiri bagi wisatawan asing maupun domestik terlebih degan hadirnya Pasar Tradisi Lembah Merapi Bukit Gununggono.

Pasar Tradisi Lembah Merapi Bukit Gununggono tersebut memiliki kekhasan. Lokasinya yang berada  di Desa Banyubiru, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah itu dibuka setiap hari Minggu mulai pukul 06.00-12.00. Pasar yang berada di Gununggono tersebut berada di bawah pohon bambu. Mata para pengunjung pun dimanjakan dengan pemandangan keindahan Gunung Merapi.

Saat berada di pasar ini, semua pengunjung wajib mematuhi protokol kesehatan. Pemertahanan budaya sangat kental di sini, karena pengunjung dimanjakan dengan makanan tradisional seperti tiwul, gatot, cenil, kacang godog dan makanan lainnya.

Pasar yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dan Kelompok Sadar Wisata Desa Banyubiru itu dikelola dengan sangat baik.Pengunjung yang hadir di tempat tersebut terlebih dahulu wajib menukarkan koin yang diberi nama dhono. Satu keeping dhono dapat ditukar dengan uang Rp 2000,00.

Kekhasan pasar ini juga tampak dari pakaian para pedagangnya. Mereka yang berjualan semua mengenakan pakaian khas Jawa. Demikian juga dengan peralatan makan yang juga masih dipertahankan kekhasannya, yaitu batok kelapa, daun pisang dan gelas bambu. Kita seperti flash back di masa lalu, zaman kakek nenek kita.

Di tempat wisata ini, sebuah pemukiman di Dusun Butuh juga bisa menjadi alternatif pilihan destinasi. Pasalnya, pemandangan indah di sana membuat pengunjung seolah-olah sedang berada di Nepal, India.

Kemudian, hamparan hijau persawahan juga dapat ditemui di Svargabumi, wilayah yang terletak di sebelah Candi Borobodurur. Disarankan, waktu yang paling tepat untuk mengunjungi tempat ini pada saat pagi hari.

Dalam hal ini, manajemen pengelolaan tempat wisata memberikan keleluasaan kepada petani untuk tetap menggarap sawah mereka. Pengelola juga melibatkan warga setempat untuk mengisi kios berjualan dengan standar manajemen sesuai protokol kesehatan seperti dilansirdari TrenAsia.com.

undefined

SP