Satu Lagi, Potensi Tersembunyi di Pacitan

Halo Wisata 4 Jan 2020, By H. Yusuf Evendi
Satu Lagi, Potensi Tersembunyi di Pacitan (Halopacitan/H. Yusuf Evendi)

Pacitan memang menyimpan pontensi yang begitu melimpah. Potensi alam yang ada di kota 1001 goa ternyata masih banyak yang belum terungkap. Salah satunya yaitu sungai Dung Bunder yang ada di perbatasan antara dusun Brojol Desa Tanjunglor Kecamatan Ngadirojo dengan Dusun Bonagung Desa Wonosidi Kecamatan Tulakan. Sungai yang tak pernah kering airnya sepanjang tahun ini masih sangat natural dan asri. Saat musim kemarau air begitu jernih sehingga cocok untuk jeguran (renang). Pemadangan yang ditawarkan sungai ini juga sangat luar biasa indahnya, dikeliling tebing dan pepohonan yang rindang semakin syahdu suasananya. Ditambah lagi batu-batu besar yang berserakan membuat sungai ini ibarat suasana di film laskar pelangi.

Beberapa bulan yang lalu, tim halopacitan.com menyempatkan diri untuk mencoba melihat langsung keindahan sungai Dung Bunder.  Setelah melakukan perjalanan sekitar satu jam dari pusat kota Pacitan akhirnya sampai juga ditempat yang ingin dituju. Kami menyusuri jalan setapak untuk turun ke sungai, dan setelah sampai apa yang kita lihat? Sebuah sungai yang alami dengan keindahan batu serta airnya yang jernih. Air yang jernih sempat membutakan kami untuk  bermain air. Airnya sangat dingin membuat kami semakin betah menikamati keindahan sungai ini, terlebih di musim kemarau.

Sungai Dung Bunder  saat ini menjadi sumber perairan irigasi pertanian di sekitarnya selain sebagai irigasi saat musim kemarau sungai ini digunakan sebagi sumber air keperluan rumah tangga.

Di lain waktu tim halopacitan mencoba menemui Parwadi (60) yang merupakan warga Dusun Brojol yang rumahnya berada persis di pinggir sungai Dung Bunder. Parwadi menuturkan bahwa sejak dulu sungai ini menjadi penghidupan masyarakat sekitar, air sungai ini digunakan untuk irigasi pertanian dan juga keperluan rumah tangga sedangkan batu dan pasirnya beberapa kali diambil untuk bahan bangunan masyarakat sekitar sungai namun tidak diperbolehkan diambil untuk dijual kembali.

“Dung Bunder ini sudah jadi kali penghidupan kami, air yang digunakan untuk irigasi dan kebutuhan sehari-hari, selain itu kalau mau bangun rumah kadang masyarakat sekitar ya ambil pasir dan batunya dari kali tapi kalau ngambil untuk dijual kembali gak boleh karena bisa banjir kalinya” Ungkap Parwadi kepada halopacitan Kamis (2/1/2020).

Selain itu Parwadi juga menambahkan sebenarnya ada beberapa orang yang berkunjung ke sungai Dung Bunder untuk sekedar memancing dan menikmati suasana.

“Ada beberapa orang yang mancing dan menikmati suasana alami sungai ini” tambahnya

Menyimak sekilas cerita di atas ternyata sungai Dung Bunder menyimpan potensi yang besar. Selain sebagai sumber irigasi pertanian sebenarnya sungai Dung Bunder bisa saja dikelola dan diijadikan alternatif objek wisata. Musim kemarau bisa untuk wahana bermain air namun perlu ditambah lagi wahana seperti flying fox dan spot berfoto,  sedangkan pada saat  musim penghujan bisa menawarkan wisata ektrim arung jeram. Namun Untuk mewujudkan itu semua diperlukan inovasi dan komitmen masyarakat bersama pemerintah desa setempat.

undefined

SP