Studi Ungkap Kebiasaan Malam yang Mempercepat Penuaan Otak
JAKARTA — Tidur adalah salah satu aktivitas yang dibutuhkan oleh tubuh. Bahkan, pakar tidur dari Cleveland Clinic menyarankan sebagian besar orang dewasa membutuhkan sekitar 7,5-8 jam tidur setiap malam.
Meski terkesan mudah, sepele, bahkan tanpa effort, nyatanya lebih dari 25% orang dewasa tidak memenuhi waktu tidur yang disarankan tersebut, seperti yang dilansir dari The Healthy.
Angka ini bisa jadi masih lebih rendah, dibandingkan jumlah sebenarnya dari orang dewasa yang kesulitan mendapatkan waktu tidur yang cukup.
BACA JUGA: 9 Kebiasaan ‘Sepele’ di Pagi Hari yang Dapat Merusak Hari Anda
Efek Kurang Tidur

Dilansir dari The Healthy, tidur berkualitas membantu tubuh memperbaiki sel-sel yang rusak. Proses ini dapat membantu tubuh agar terlindungi dari kanker, menjaga kestabilan metabolisme, dan mendukung berbagai fungsi penting lainnya dalam tubuh, termasuk kesehatan otak.
Sebuah studi yang diterbitkan pada Oktober 2024 di bidang psikiatri dalam jurnal medis American Academy of Neurology menemukan bahwa kualitas tidur yang buruk secara kronis di usia paruh baya dapat mempercepat penuaan otak.
Penelitian ini dilakukan oleh enam peneliti doktoral dari University of California San Francisco. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data awal tentang kebiasaan tidur dari 589 peserta dengan rata-rata usia 40 tahun. Lima tahun kemudian, para peserta kembali diminta mengisi kuesioner untuk melacak pola tidur mereka, termasuk kualitas dan durasi tidur.
BACA JUGA: 4 Cara Cerdas Jaga Kualitas Tidur Saat Ramadan
Kemudian, 10 tahun setelah pengamatan kedua (atau 15 tahun sejak pengumpulan data awal), para peneliti akan melakukan pemindaian MRI otak pada peserta untuk menentukan “usia otak” mereka berdasarkan tingkat penyusutan jaringan otak yang berkaitan dengan penuaan.
Menurut Cleveland Clinic, penyusutan otak atau brain atrophy pada dasarnya merupakan penurunan jaringan otak yang sehat atau berkurangnya jumlah neuron serta hubungan antar neuron.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta yang mengalami kualitas tidur buruk secara terus-menerus mengalami penuaan otak lebih cepat.
Psikiater dari University of California San Francisco sekaligus penulis studi, Clémence Cavaillès, PhD, menyatakan bahwa penelitian sebelumnya juga telah mengaitkan masalah tidur dengan penurunan kemampuan berpikir dan daya ingat di kemudian hari, yang dapat meningkatkan risiko demensia.
BACA JUGA: 7 Cara Atasi Rasa Kantuk Saat Puasa Agar Tetap Produktif
Dr. Cavaillès menambahkan bahwa penelitian mereka menunjukkan kualitas tidur yang buruk dapat berkaitan dengan tambahan hampir tiga tahun penuaan otak, bahkan sejak usia paruh baya. Artinya, otak seseorang yang sering kurang tidur bisa memiliki “usia biologis” yang lebih tua dibandingkan usia sebenarnya.
Oleh karena itu, penting memberikan waktu bagi diri sendiri untuk beristirahat dengan tenang sebelum tidur merupakan salah satu cara terbaik untuk menjaga kesehatan otak.
Selain itu, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah penurunan fungsi otak akibat kurang tidur, seperti menjaga jadwal tidur yang konsisten, rutin berolahraga, menghindari kafein dan alkohol sebelum tidur, serta menggunakan teknik relaksasi agar tubuh lebih mudah beristirahat.
Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh pada 11 Mar 2026
