IMG-LOGO
Home Halo Pendidikan Tanpa Zonasi dan Mak...

Tanpa Zonasi dan Makin Berprestasi, MTsN 1 Pacitan Kini Jadi Pilihan

Tomi Herlambang - Rabu, 3 Juli 2019 pukul 02.46
Lingkungan sekolah MTsN 1 Pacitan Lingkungan sekolah MTsN 1 Pacitan (sumber: Halopacitan/Tomi Herlambang)

Halopacitan, Pacitan—Salah satunya dirasakan oleh MTsN 1 Pacitan. Sejak awal sekolah ini memang sudah cukup punya nama.

Kepala Sekolah MTs N 1 Pacitan Suyari, S.Pd mengatakan dari 228 kursi yang tersedia tahun ini, ada 290 pendaftar yang ingin sekolah tersebut atau meningkat dari jumlah pendaftar di tahun pelajaran sebelumnya. Hal ini menunjukkan muncul trend baru bahwa MTs N 1 Pacitan semakin dilirik oleh calon peserta didik.

Selain karena tidak terpengaruh sistem zonasi, meningkatnya minat bersekolah di MTs karena tidak lepas dari torehan prestasi sekolah baik secara akademik dan non akademik serta semakin pahamnya  wali murid tentang sistem pendidikan madrasah.

Suyari tidak mengingkari jika dahulu pendidikan madrasah dipandang sebagai sistem pendidikan kelas dua oleh masyarakat, "Mudahnya, dulu ada anggapan yang muncul di masyarakat bahwa sekolah di madrasah itu hanya untuk mencetak modin dan tukang memandikan jenazah," ucapnya sembari tersenyum.

Namun seiring kemajuan dan prestasi yang ditunjukkan, stigma tersebut perlahan mulai luntur. Bahkan menurutnya, sekolah di madrasah itu memiliki nilai plus dari sisi pelajaran agama disamping mata pelajaran umum yang juga diterapkan utuh. "Di sini semua mata pelajaran adalah penting," tegas Suyari.

Ia juga menyampaikan beberapa torehan prestasi akademik maupun non akademik di antaranya juara Kompetisi Saints Madrasah tingkat Kabupaten, Juara I lomba marchingband antar SLTP se-kabupaten sekaligus mewakili ke tingkat provinsi dan lain-lain.

Suyari juga menegaskan bahwa capaian akademik para siswa-siswi MTs N 1 tidak kalah dari sekolah lain yang dianggap favorit. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya lulusan dari sekolah tersebut yang di terima di SMA favorit di kota Pacitan. "Banyak kok siswa SMA 1 Pacitan, SMK 1 mupun 2 yang alumnus sini," ucapnya.

Salah seorang pendidik di MTs tersebut, Suaidi Ghufron Amin, S.Si mengaku tidak terkejut saat ditanya tentang membludaknya pendaftar. Menurut salah satu panitia penerimaan peserta didik baru tersebut sudah lebih dari 3 tahun MTs N 1 harus menolak siswa baru.

"Hanya saja dua tahun ini pendaftarnya memang meningkat banyak," jelasnya. "Ya mungkin dengan terbitnya aturan zonasi PPDB di sekolah umum", jawabnya saat ditanya penyebab peningkatan jumlah pendaftar.

Namun ia juga mengatakan selain sistem zonasi, membudlaknya jumlah pendaftar karena MTs N 1 sendiri juga telah memiliki kantong-kantong calon peserta anak didik yaitu dari madrasah-madrasah ibtidaiyah di sekitar Pacitan.

"Sebenarnya hal lain yang menakutkan para wali dan paserta didik untuk mendaftar di madrasah, terutama yang berasal dari SD adalah kemampuan baca tulis arab. Namun jika masuk disini kami juga membuka ekstra baca tulis arab," jelas salah satu pengajar di sekolah penerima penghargaan adiwiyata tingkat kabupaten tersebut.  

"Yang jadi semboyan dan tujuan kami adalah madrasah hebat, madrasah bermartabat," ucapnya.