Tirto Wiyono, Banyu Angetnya Tinatar Pacitan

Halo Wisata 8 Nov 2019, By Deny Aprilia
Tirto Wiyono, Banyu Angetnya Tinatar Pacitan (Halopacitan/Deny Aprilia)

Mendengar nama Tirto Wiyono, sumber air hangat yang berada di Desa Tinatar Kecamatan Punung Pacitan, mungkin masih asing di telinga karena yang dikenal selama ini adalah pemandian air hangat Tirto Husada yang telah menjadi salah satu destinasi wisata Pacitan.

 

Siapa sangka ada sumber air hangat lain di Pacitan selain Tirto Husada. Masyarakat Desa Tinatara menyebutnya sebagai Tirto Wiyono, merupakan suatu lokasi pemandian air hangat kecil, tepatnya terletak di Dusun Krajan, Desa Tinatar Punung Pacitan. Berlokasi di pinggir jalan rabatan, plang nama Tirto Wiyono ini pun telah dikemas instagrambale dengan kombinasi warna-warni cantiknya.

 

Untuk menemukan sumber mata airnya, kita harus turun dari lokasi plang nama sekitar 5 meter. Berada di bawah pohon beringin yang rindang, sumber mata air hangat ini telah dibangun pembatas ukuran 4 x 1 meter oleh warga sekitar untuk memudahkan dalam memanfaatkan airnya. Warga juga menyediakan ember kecil sebagai fasilitas pendukung, bila ada orang-orang yang ingin memanfaatkan air hangat tersebut. 

 

Tepat di sisi kiri dari mata air, terdapat sebuah pelataran berukuran 4 x 1 meter yang sengaja di buat untuk tempat Shalat dan bisa digunakan oleh siapa saja yang mengunjungi Tirto Wiyono. Berbagai aktifitas yang biasanya dilakukan warga di sumber air hangat tersebut adalah mandi, berwudu, sekedar membasuh muka, kaki atau tangan. 

 

Saat disinggung tentang khasiat dari sumber mata air hangat tersebut Kris Arifianto salah satu warga sekitar mengungkapkan “Misalkan ada gatel, ada kepercayaan mandi di air anget itu ada, ya mungkin bisa sembuh mungkin bisa berkurang”. Walaupun berada di bawah pohon beringin yang lumayan besar dan rindang, namun warga sekitar tidak mengaitkan hal tersebut dengan sesuatu yang sakral atau ghaib. “Tapi orang mempercayainya bukan karena sakralnya, tapi karena memang airnya yang hangat dan ada kandungan belerangnya itu” lanjut Kris Arifianto menjelaskan.

 

Walaupun gaung namanya belum begitu popular, namun tak sedikit juga orang selain warga Tinatar yang berkunjung dan memanfaatkan khasiat air hangat tersebut. Berdasarkan keterangan lanjutan dari Kris Arifianto, paling banyak orang yang datang dari Dusun Jambu Desa Sedayu. 

 

Samuri, salah satu warga lain memberikan penjelasan mengenai makna nama Tirto Wiyono. “Tirto” itu air dan “Wiyono” itu berarti langgeng, jadi Tirto Wiyono adalah sumber mata air hangat yang langgeng tidak pernah kering. Hal tersebut memang terjadi, bahwasanya sumber mata air hangat tersebut memang tidak pernah kering, walaupun musim kemarau panjang datang seperti yang baru saja melanda Pacitan. Sumber air Tirto Wiyono tetap ada dan agung walaupun mungkin sumber-sumber air lain kering ketika musim kemarau panjang tiba. Samuri juga menambahkan, bila sumber air hangat tersebut dibuka untuk umum dan tidak ada tiket masuk karena belum dikelola untuk wisata.

undefined

SP