Polbangtan Malang Beri Pelatihan ke Petani Milenial Pacitan
PACITAN-Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang menggelar workshop di Pacitan. Pelatihan diharapkan untuk lebih mendorong generasi muda masuk ke sektor pertanian.
Polbangtan Malang merupakan Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Program YESS dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Tujuan dari Program YESS adalah untuk meningkatkan pendapatan pemuda-pemudi melalui pekerjaan dan kewirausahaan di sektor pertanian.
Indikator Pencapaian program ini akan diukur dengan data banyaknya pemuda yang mencari pekerjaan di sektor pertanian, meningkatnya jumlah pendapatan dari usaha para petani muda, sejumlah pemuda mendapatkan pekerjaan di perusahaan baru, kemudian sejumlah pemuda pedesaan mendapatkan pelatihan kapasitas keuangan dan mampu mengakses produk layanan keuangan.
- PMK Merebak, Peternak Pacitan Waspada Tetapi Tidak Panik
- Inilah 8 Film Horor Indonesia Paling Populer Versi IMDB, Sudah Nonton?
- Polisi Pacitan Ajak Anak-Anak Hindari Hepatitis Akut
Workshop Gender Equality and Social Inclution (GESI) ini digelar 11-13 Mei 2022 dan bekerja sama dengan PPIU Jawa Timur yang bersekretariat di Polbangtan Malang. Ini adalah kegiatan awal di tahun 2022 sebagai langkah dalam memenuhi ketercapaian program 2022.
Workshop yang dilaksanakan di Rumah Makan Sehat, Desa Ngampel, Ploso, Pacitan, juga dihadiri oleh Wakil Direktur II Polbangtan Malang, LO Kabupaten Pacitan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pacitan, serta 92 peserta meliputi perwakilan BDSP dan fasilitator dari Kabupaten Pacitan.
Workshop GESI dibuka langsung oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pacitan, Pamuji.
"Saya mengapresiasi atas terlaksananya workshop GESI, yang ingin mewujudkan tujuan dari program YESS. Sehingga dalam program YESS tak hanya dijadikan beban tetapi juga peluang untuk membangun kewirausahaan untuk petani milenial. Dengan harapan mampu menumbuhkan generasi-generasi yang tumbuh berkwalitas dan membuahkan hasil di Kabupaten Pacitan," kata Pamuji Sabtu (14/5/2022).
Tantangan yang dihadapi dalam dunia pertanian saat ini adalah mencukupi pangan bagi seluruh rakyat Indonesia. Memastikan ketersediaan pangan di seluruh tanah air. Baik ketersediaan barang pangan maupun ketersediaan akses untuk mendapatkannya.
"Karena itulah, dengan ada program ini untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas termasuk pendampingan ke petani yang mendukung penuh kegiatan pelatihan serta peningkatan ketrampilan bagi petani," tambah Pamuji
